Setelah mendengarkan cerita sang ibu, terlintas suatu rencana di dalam pikiran Elswyth. Elswyth tidak yakin jika ibunya akan mengizinkannya untuk melakukan apa yang Elswyth inginkan.
“Ibu, bagaimana jika aku pergi ke Arshville untuk mencari ayah?” ucapan Elswyth tersebut membuat Eudora terdiam cukup lama. Ia sebenarnya tidak mempermasalahkan jika Elswyth pergi ke Arshville untuk mencari Harley, yang Eudora permasalahkan adalah diri Elswyth. Selama hidupnya, Elswyth belum pernah berinteraksi dan bertemu dengan manusia. Eudora khawatir jika Elswyth mengalami masalah di Arshville, sedangkan Eudora tidak dapat berbuat apapun. Dalam hati kecil Eudora, hanya Elswyth yang mampu dan berpotensi menemukan Harley. Eudora tidak dapat meninggalkan hutan ini, sedangkan Elswyth memiliki kemampuan untuk itu.
Setelah terdiam cukup lama, Eudora mengizinkan Elswyth untuk mencari Harley. “Baiklah, Elsie. Kau bisa mencari ayahmu, namun ibu akan melatih beberapa hal. Termasuk kekuatanmu.”
Raut wajah Elswyth terlihat sangat bahagia. “Terimakasih, ibu. Namun, kenapa aku harus melatih kekuatanku?”
Selama Elswyth hidup, Eudora hanya mengajarkan beberapa kekuatan dasar kepada Elswyth. Seperti kekuatan fisik dan kekuatan untuk bertahan. Sedangkan kekuatan magis, Eudora belum mengajarkan apapun kepada Elswyth. Eudora khawatir jika Elswyth menggunakan kekuatannya untuk hal-hal yang dilarang.
“Kau akan pergi ke kota, Elsie. Di kota, kau akan menemukan banyak sekali macam-macam manusia. Terlebih lagi manusia yang bersifat buruk atau jahat. Kau bisa menggunakan kekuatanmu kepada mereka. Namun, gunakan kekuatan magismu hanya pada saat keadaanmu benar-benar terdesak. Jangan sampai ada satu manusia yang mengetahui siapa dirimu sebenarnya.”
Elswyth memahami ucapan sang ibu. Meskipun ada rasa keinginan untuk bertemu dan berbincang dengan manusia, namun Elswyth tetap akan mematuhi ucapan sang ibu. Namun karena ia sebentar lagi akan pergi ke kota, Elswyth harus berusaha untuk terbiasa bertemu dengan manusia. Meskipun saat ini ia hanya bisa melihat manusia dari kejauhan saja.
“Apakah manusia-manusia itu jahat? Jika semua manusia jahat, apakah ayah juga jahat karena sudah meninggalkan ibu dan aku di sini?” batin Elswyth.
Eduora terdiam setelah mendengarkan ucapan Elswyth. Ia tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Harley yang sudah meninggalkannya dan Elswyth. Eudora yakin jika Harley memiliki misi atau tujuan tertentu yang membuat Harley harus pergi selama ini. Karena Eudora yakin jika Harley sangat mencintainya, begitupun juga dengan Eudora, ia sangat mencintai Harley. Bahkan ia rela melanggar perintah dari Sang Peri hanya untuk Harley.
***
Keesokan harinya, Eudora mulai mengajari Elswyth untuk menggunakan kekuatannya. Kali ini kekuatan yang akan dipelajari oleh Elswyth adalah menghancurkan suatu benda dengan kekuatan yang keluar dari tangannya.
“Elsie, pertama-tama yang harus kau lakukan adalah mengarahkan tanganmu pada benda yang akan kau hancurkan. Lalu tarik nafas dalam-dalam dan biarkan cahaya keluar dari telapak tanganmu. Fokuskan pikiranmu pada benda tersebut. Meskipun kekuatan itu keluar dari tanganmu, namun kekuatan yang sebenarnya berada di pikiranmu. Jangan biarkan pikiranmu terkendalikan oleh hal lain. Kau hanya perlu fokus dan mengerahkan semua energimu pada tujuanmu,” bimbing Eudora pada Elswyth. Eudora menjelaskan secara terperinci kepada Elswyth. Sehingga Elswyth dapat mempraktekkan apa yang sudah Eudora jelaskan dengan mudah.
Elswyth berusaha untuk melakukan apa yang sudah dijelaskan Eudora kepadanya. Sayangnya fokus adalah kelemahan Elswyth. Elswyth sangat sulit fokus pada suatu hal. Saat ia berusaha untuk fokus, pasti ada suatu hal yang melintasi otak dan pikirannya. Namun Elswyth tidak menyerah begitu saja. Ia kembali mencoba hingga ia bisa menggunakan kekuatannya.
“Ibu, aku tidak bisa fokus terhadap suatu hal. Pikiranku selalu saja teralihkan oleh hal yang lain,” keluh Elswyth pada Eudora.
“Elsie, ini memang tidak mudah bagimu. Tidak semua hal yang kau pelajari akan kau pahami dalam satu waktu. Terkadang kau butuh berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk bisa mempelajari kekuatanmu. Jangan menyerah. Kau akan bisa menggunakan dan mengendalikan kekuatanmu. Percayalah pada ibu.” Setiap ucapan Eudora membuat Elswyth mempercayai ibunya. Ia selalu percaya bahwa hanya Eudora yang bisa ia andalkan.
Perlahan namun pasti, Elswyth bisa melakukan apa yang sudah diajarkan oleh Eudora. Eudora dengan hati-hati dan penuh perhatian mengajari kekuatan kepada Elswyth. Elswyth mempelajari itu semua dengan cepat. Bahkan Eudora sempat iri setelah melihat Elswyth menunjukkan kekuatannya sedikit demi sedikit.
Hari demi hari Elswyth lalui dengan belajar menggunakan kekuatannya. Setelah ia belajar menggunakannya, Elswyth belajar untuk mengendalikannya. Tentu saja butuh waktu lama baginya untuk mencerna dan mempelajari itu semua. Tidak hanya belajar menggunakan kekuatannya, ia juga belajar seni bela diri dan mempelajari tentang manusia. Eudora menyiapkan itu semua untuk bekal Elswyth pergi ke kota Arshville nantinya.
Eudora tidak dapat pergi ke Arshville karena ia sudah diutus untuk menjaga Atwood hingga waktu yang tidak ia ketahui. Itu artinya Eudora tidak bisa meninggalkan Atwood selagi ia masih menjadi peri. Eudora berharap jika ia suatu saat nanti bisa berubah menjadi manusia seutuhnya, sehingga ia tidak perlu menjadi penjaga di Atwood. Tentu saja jika ia menjadi seorang manusia, ia akan bisa pergi ke Arshville untuk menemui Harley. Untuk saat ini Eudora hanya bisa mengandalkan Elswyth untuk mencari keberadaan Harley, sang pujaan hati Eudora.
***
Seperti biasa, setiap menjelang petang Elswyth duduk di bawah pohon willow kesayangannya. Ia menatap langit yang hendak gelap. Cahaya oranye yang ada di langit membuat Elswyth teringat dengan sang ayah. Ia sangat merindukannya. Ia teringat ayahnya datang menghampirinya pada saat seperti ini, setiap hari. Ayahnya akan menghampirinya lalu menggendong Elswyth. Tak lupa dengan pelukan hangat sang ayah. Elswyth merasa tenang dan aman ketika bersama Harley. Jujur saja, ia merasa kurang aman jika harus hidup dengan ibunya. Ibunya memikul tanggungjawab untuk menjaga hutan ini, yang menyebabkan Elswyth harus berhati-hati dalam hal apapun. Ia merasa tidak bebas berada di sini. Ingin rasanya Elswyth hidup dan tinggal selamanya di Arshville. Namun, ia sangat menyayangi sang ibu, ia tidak bisa meninggalkan ibunya hanya karena keinginannya saja.
“Elsie, apa yang kau pikirkan?” Eudora tiba-tiba datang dan duduk di samping Elswyth yang sedang melamun.
Sontak saja Elswyth tersadar dari lamunannya dan menatap Eudora yang ada di sampingnya. “Tidak…hanya saja aku teringat ayah,” ucapnya diiringi rasa sedih yang dapat dirasakan oleh Eudora.
Eudora merasakan apa yang Elswyth rasakan. Pasti ia sangat merindukan Harley. Bahkan Eudora merasa jika Harley memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan Elswyth padahal selama ini Elswyth tinggal bersama Eudora. Namun Eudora memaklumi hal tersebut.
“Besok…kau bisa pergi ke Arshville, Elsie.”
Ucapan Eudora benar-benar membuat Elswyth terkejut, sampai-sampai Elswyth terdiam beberapa saat. “Besok?”
Eudora mengangguk. “Ya. Besok.”
Elswyth tidak tahu harus bereaksi apa saat ini.Di satu sisi ia sangat bahagia karena sebentar lagi harapannya untuk bertemu sang ayah akan terpenuhi, namun di satu sisi sangat berat meninggalkan ibunya berada di hutan ini seorang diri. Elswyth juga tidak menyangka jika secepat ini ia akan pergi ke Arshville.
“Secepat ini?” tanya Elswyth yang masih belum percaya dengan ucapan ibunya tadi.
“Ya…ini adalah waktu yang tepat untukmu Elswyth. Besok, usiamu sudah genap delapan belas tahun, bukan? Dan ya…malam ini akan ada banyak manusia yang akan pergi ke gunung Thermount untuk upacara suci. Saat pagi hari, mereka akan turun dari Thermount dan akan melewati Atwood. Kau ikuti saja mereka. Setidaknya kau tidak akan tersesat di jalan nantinya.”
Elswyth hampir lupa jika tengah malam nanti ia sudah menginjak usia delapan belas tahun. Ia lahir bertepatan dengan bulan purnama yang merupakan tanda atau peringatan penduduk Arshville untuk melakukan upacara suci. Upacara suci merupakan upacara tradisional yang ada di kota Arshville. Biasanya para penduduk akan mendaki gunung Thermount setelah senja dan akan mencapai puncak pada tengah malam atau dini hari. Setelah itu mereka akan melakukan serangkaian upacara suci dan akan turun dari gunung Thermount setelah matahari terbit.
“Baiklah, ibu. Besok aku akan pergi ke Arshville untuk mencari ayah.”
***