Bab 23

2506 Words

“sayang, bangun” ucap Andrew sambil menciumi pipi istrinya yang masih nyenyak dalam tidurnya. Padahal hanya satu ronde aja Una udah ngantuk dan ninggalin Andrew yang kepalang tanggung masih menginginkannya. Tapi apa daya, dia nggak bisa melakukan apa apa ketika istrinya berkata kalau dia capek dan ngantuk. Andrew langsung mengakhiri permainannya setelah pelepasannya yang pertama itu, mana udah jam empat tapi istrinya belum bangun bangun. Ketika di bangunin malahan nempel banget di badannya dan mengeratkan pelukannya. “sayang, ayo bangun” ucap Andrew sabar banget dia mah kalau menghadapi istrinya yang manja banget seperti ini, tapi dia paham pasti Una masih merasakan tidak nyaman di pusat intinya itu. “hemmm” hanya gumamam yang keluar dari mulut Una. Karena dia nggak tega akhirnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD