Petaka Malam Tahun Baru Part 24 (Kebohongan Seno) “Terminal, terminal, terminal!” Terdengar teriakan dari kernet bus, aku segera membuka mata dan melirik jam di pergelangan tangan yang sudah menunjuk ke arah 13.00. Segera kuambil tas ransel lalu bangkit dari tempat duduk. Seno terlihat masih tertidur, aku tersenyum miring lalu melangkah pelan melewati tubuhnya kemudian turun dari kendaraan roda banyak itu. Dengan cepat, aku berlari mendatangi tukang ojek yang berada di pangkalan lalu menyebutkan alamat kampungku yang akan menempuh waktu satu jam-an dari sini. “Jalan, Bang!” ujarku kepada tukang ojek dengan sambil menoleh ke arah bus dan berharap Seno tak melihatku. Aku tertawa jahat dalam hati, sambil berdoa agar Seno tak terbangun hingga bus berangkat lagi ke Kota. Rasain kamu, dar

