Permintaan Ibu

1454 Words

Petaka Malam Tahun Baru Bab 20 : Permintaan Ibu Setengah jam kemudian, aku telah tiba di rumah. Kulangkahkan kaki menuju kamar lalu mencuci wajah di toilet. Rasa sakit di kepala ini sudah mereda, tapi bayangan bayi pucat di kamar mandi itu malah tak dapat hilang dari kepalaku. Ya Tuhan, kenapa aku? Padahal sudah lama sekali arwah bayi itu tak pernah lagi menerorku. Apa saat ini dia merindukanku, ibunya? Mendadak perasaan menjadi sedih. Bukan aku yang membunuhmu, Nak! Kamu kulahirkan dengan keadaan sudah tak bernyawa lagi, jadi jangan pernah menghantuiku. Aku tak bersalah atas kematianmu, walau jika kamu terlahir hidup pun ... aku tetap berencana mengantarmu kepada ayahmu, Bastian. Agghh ... b******n itu. Ke mana perginya dia? Sudah lama aku tak lagi menerornya karena padatnya rutinitask

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD