Petaka Malam Tahun Baru Bab 21 (POV Seno) Tamparan keras mendarat lagi di wajah ini, entah sudah tamparan yang keberapa, aku juga tak ingat karena sudah terlalu sering mendapatkannya. Aku tak menyalahkan Riva atas kesalahpahaman ini, wajar saja kalau ia membenciku sebab aku berteman dengan para b******n yang telah merenggut kesuciannya. “Jangan mimpi kamu, Seno!” bentak Riva marah. “Riva, aku serius. Bukalah pintu hatimu untuk menerimaku, aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia dan takkan ada kesedihan lagi di hidupmu. Percayalah padaku!” Aku mencoba meyakinkan wanita yang sudah tak pernah tersenyum itu lagi, semenjak petaka malam tahun baru menimpanya. Dia memang wanita tangguh, tak semua wanita bisa setegar dia. Aku sangat salut kepada semangat juga tekadnya untuk terus berjuang m

