Veanna terdiam, tatapannya kosong lurus ke arah luar jendela kamarnya. Kalimat yang baru saja terdengar dia dengar terasa asing di telinganya. Dia tidak membayangkan aku mendengarkan permintaan seperti itu. Perlahan telapak tangannya menyentuh perut datarnya, masih belum ada perubahan, masih belum ada kehidupan yang bisa dia rasakan. Namun, dokter baru saja memastikan jika ada seorang bayi mungil yang tengah tumbuh disana. Veanna menarik nafasnya panjang, kepalanya terasa penuh, semua pikirannya bercampur menjadi satu. Dia bahkan belum sempat menerima kenyataan jika dirinya benar-benar hamil. Dia belum sempat membayangkan bagaimana kehidupannya sehari-hari selama dia hamil. Kenapa harus secepat ini? Mungkin bisa satu atau dua bulan ke depan jika ingin hamil? Astaga … apa segacor itu Chri

