Gemuruh tepuk tangan perlahan mereda ketika tirai panggung akhirnya tertutup. Konser di kota kelima kembali berakhir dengan sukses. Seperti empat kota sebelumnya, Veanna berhasil membius ribuan penonton selama hampir dua jam penuh. Bahkan saat ia meninggalkan panggung, teriakan para penggemar masih terdengar hingga ke lorong belakang.
Veanna mengusap peluh di pelipisnya sambil menerima handuk yang disodorkan salah seorang kru. "Terima kasih."
Dia menghembuskan napas panjang. Kelelahan mulai terasa di seluruh tubuhnya, tetapi ada kepuasan tersendiri setiap kali melihat konser berjalan tanpa kendala. Christopher berjalan beberapa langkah di belakangnya, memastikan lorong menuju ruang ganti benar-benar steril. Baru setelah pintu ruang ganti tertutup rapat, pria itu berdiri di dekat pintu seperti biasanya.
Veanna baru saja duduk di depan meja rias ketika pintu kembali terbuka dengan tergesa-gesa. Disana Shandra berjalan cepat ke arahnya dengan tergopoh-gopoh
"Ve!" Panggilannya. Suara Shandra terdengar jauh lebih keras dari biasanya. Wanita itu masuk dengan napas memburu sambil menggenggam ponselnya erat-erat.
Veanna langsung mengangkat kepala. “Ada apa? Kamu seperti melihat hati, Shan.”
“Lebih dari itu.” Serunya. Wanita itu menelan salivanya dengan kasar sehingga beberapa kru langsung menatap ke arah Shandra dengan rasa heran dan penasaran. “Lebih buruk dari hantu.”
“Katakan ada apa Shandra, apa yang membuatmu cemas.”
Shandra memberikan tablet yang berada di tangannya pada Veanna agar wanita itu bisa melihat apa yang terjadi barusan. Sebuah foto dirinya dan juga Christopher yang keluar dari pusat kebugaran hingga sarapan bersama. Semua angel foto ini terlihat bagus dan menggiring opini yang selayaknya. Dia lebih fokus pada caption yang dibuat dengan kalimat besar
Penyanyi papan atas Veanna diduga memiliki kekasih baru yang selama ini disembunyikan dari publik. Pria misterius ini disebut selalu menemaninya selama tour berlangsung. Begitulah isi captian yang membuat Veanna geleng kepala.
Dia terus men scroll ke bawah dan mendapati ribuan komentar yang membuat dia tersenyum tipis. Semua orang menganggap jika Veanna dan Christopher adalah pasangan yang cocok dan serasi. Mereka juga sesekali menjumpau Christopher berada di dekat Veanna selama tour, tanpa mereka tahu jika Christoper adalah pengawal pribadi Veanna kali ini. Jika saja hal itu benar terjadi mungkin Veanna akan bahagia sekarang. Tapi nyatanya ….
“Apa perlu klarifikasi?” Tanya Shandra memastikan.
“Tidak. Jika kita melakukan hal itu semuanya akan rumit. Biarkan saja itu hanya berita murahan yang besok juga sudah hilang.”
Veanna sempat melirik Christopher yang masih berdiri tenang di dekat pintu. Pria itu juga sudah membaca berita tersebut dari layar ponselnya sendiri. Namun ekspresinya tetap datar, seolah berita itu sama sekali tidak mempengaruhinya.
Belum sempat Shandra mengatakan sesuatu ponsel Veanna pun bergetar, Nama Briand memenuhi layar. Ruangan mendadak hening.
Shandra menatap Veanna bergantian dengan layar ponsel itu. Sedangkan Veanna merasakan hal yang sebelumnya tidak pernah dia rasakan. Dia merasa risih ketika pria itu mulai mengganggunya.
“Dia pasti sudah melihat berita.”
Veanna tidak bergerak dia mengabaikan panggilan itu dan lebih fokus dengan menghilangkan make up yang tebal itu. Dia ingin segera beristirahat malam ini sebelum besok energinya kembali di kuras. Beberapa detik kemudian Briand kembali menelepon hal itu membuat Shandra semakin gelisah dan meminta Veanna untuk menerima panggilan itu. Tapi nyatanya wanita itu tidak ingin, dia tidak ingin menerima panggilan itu yang isinya adalah perdebatan mereka berdua. Rasanya Veanna sudah tidak memiliki energi sedikitpun untuk hal itu. Lebih baik diam, ketika dia ingin menjelaskan nanti saja setelah dia pulang dari tour.
Christopher yang sejak tadi diam perlahan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Entah mengapa, melihat Veanna terus mengabaikan telepon dari suaminya membuat perasaannya semakin sulit dijelaskan.
Ia tahu dirinya tidak berhak ikut campur. Namun tetap saja… Ada sesuatu yang terasa mengganjal di dalam dadanya.
Veanna bangun dari duduknya dan menatap Shandra sebentar, dia meminta wanita itu untuk tidak khawatir. Dua hari lagi mereka akan segera menyelesaikan konser akhirnya dan Veanna tidak mau ada satu kesalahan pun. Masalah gosip itu biarkan saja, setelah semuanya selesai Veanna akan membuat klatidiy sendiri.
Wanita itu kembali ke hotel bersama dengan Christopher. Niat hati ingin mengistirahatkan diri, tapi yang ada pria itu mulai menyerang duluan. Dia mulai berani memeluk tubuh Veanna dari arah belakang dan mulai meninggalkan jejak. Tidak hanya itu Christopher juga sampai membalik tubuh Veanna untuk menatapnya beberapa detik. Sebelum akhirnya pria itu mulai mencumbu dengan kasar.
Tanpa curiga dan apapun itu, karena menurut Veanna hal seperti ini lumrah. Dia terus membalas ciuman itu tanpa henti, meskipun satu tangan Christopher sudah berkeliaran di sepanjang tubuh Veanna. Mengusapnya dengan lembut hingga melepaskan resleting dress yang Veanna kenakan.
“Apa yang terjadi denganmu?” Ucap Veanna yang dimana tautan bibir mereka terlepas karena Veanna merasa kehabisan oksigen disana.
Christopher hanya menatap datar, rasanya tidak mungkin jika dia mengatakan kalau dia tidak suka Briand menelponnya berkali-kali apalagi sedang bersama dengan dirinya. Tapi disini Christopher sadar posisi jika dirinya hanya dibutuhkan Veanna untuk pembuatan anak. Tapi rasanya seperti tidak terima jika wanita itu ada yang lain selain dirinya. Rasa tidak nyaman … dan sesuatu yang mengganjal dalam dirinya.
“Hanya … rindu!!”
Di sisi lain kota, Briand menatap layar ponselnya dengan rahang mengeras. Dia terus membaca banyak komentar tentang Veanna bersama pria itu. Dimana mereka menganggap jika Veanna belum memiliki suami. Pria itu mencoba menelepon Veanna kembali dan panggilan kedua ditolak.
Dia kembali membuka unggahan yang sejak tadi memenuhi media sosial. Foto Veanna yang tersenyum kepada Christopher kembali memenuhi layar. Di kolom komentar, ribuan orang sibuk menjodohkan keduanya. Apa bagusnya orang itu? Hanya seorang pengawal yang bahkan tidak sebanding dengan dirinya. Wajahnya tidak begitu jelas tapi dari postur tubuhnya sepertinya Briand kenal. Foto ini diambil dari arah samping, ada yang dari depan tapi wajahnya di blur seolah semua orang tidak harus tau dia siapa. Tapi sayangnya namanya juga netizen tidak mungkin tidak tahu jika pria yang berada di foto itu adalah pengawal pribadi Veanna.
“Sejak kapan Veanna memiliki pengawal pribadi dan aku tidak tahu?” Briand mengepalkan ponselnya lebih erat. "Apa ini alasanmu begitu menikmati tour itu, Veanna..." Gumamnya lirih.
Dan apa alasan ini juga kenapa wanita itu sulit sekali dihubungi. Hanya untuk menerima satu panggilan Briand saja rasanya tidak mau.
"Karena ada dia?"
Pertanyaan itu menggantung di udara. Dan untuk pertama kalinya selama empat tahun pernikahan mereka, Briand merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Rasa tidak suka... melihat Veanna berdiri terlalu dekat dengan pria lain. Ada apa dengan dirinya? Kenapa dia merasa asing dengan dirinya sendiri?
****