"Aku nggak suka makanan manis Sil," tolak Rey ketika Sila memaksa membuka mulut Rey karena hendak mencekokinya dengan sesendok puding art yang tadi dibeli Sila karena tertarik dengan lukisan bunga di atasnya. "Ini nggak terlalu manis kok, seger malahan," rayu Sila tak menyerah. Rey masih menutup mulutnya dengan telapak tangan sambil menggeleng. "Kita kan tadi sudah makan banyak Sila, aku kenyang," alasan Rey lagi. Memang benar saat berkeliling terdapat stan makanan bersponsor salah satu merk kecap. Alhasil makanan yang dijual pun serba berdecap. Rey sendiri sudah menghabiskan tongseng kambing , ikan bakar dan seporsi nasi sedangkan Sila sendiri seporsi nasi, sate ayam dan gado-gado. "Ih, ini cuma dikit. Ayo aaakk...." Sila sudah siap menyodorkan sendoknya sambil membuka mulut tapi Rey t

