Sila pergi. Rangga kalang kabut mencari anaknya yang entah ada dimana. Dinda pun merasa cemas. Iko yang dikerahkan mencari di setiap tempat yang didatangi Sila pun pulang dengan tangan hampa, sehampa hati Iko yang jones karena Shela yang sudah menolaknya malah menjauhinya. "Ini sudah sore dan sebentar lagi kita akan berangkat. Bagaimana bisa anak itu belum juga pulang?" kesal Rangga yang mondar-mandir tidak pasti membuat Dinda ikut pusing dengan suaminya yang mempraktikkan gaya setrika. "Mbak Sila mana tahu tempat di Jakarta. Paling jauh juga ke pasar sama Emil kemarin naik motor." "Kamu sudah cari di rumah singgah kan, Ko?" tanya Dinda memastikan. Pasalnya Sila hanya bergaul dengan teman-temannya di rumah singgah. Selain itu ia tidak pernah kemana-mana. Iko mengangguk dengan pasti. S

