Ya dikala Axel baru saja memasuki gedung di mana pesta dilakukan, Zasha diam-diam, mengemas beberapa barangnya. Terutama ya passpor. Ia hanya membawa beberapa baju yang ia bawa dari rumah. Itu pun ada yang tak ia temukan. Mungkin masih dicuci atau entah lah. Ia tak tahu. Ia bawa seadanya saja hanya dengan satu koper kecil. Kemudian menghembuskan nafas. Bagaimana ia bisa kabur sambil membawa koper begini yah? Ah nanti saja lah. Yang jelas, ia mencoba melacak lokasinya sendiri dengan aplikasi peta pada ponselnya. Namun sialnya, entah ia yang tak mengerti cara menggunakannya, kenapa ia menemukan dirinya di daerah antah berantah? Tertulis Mongolia, tapi ia tak percaya kalau dibawa sejauh itu. Ya kali. Namun yang agak menjadi pikirannya adalah ketika ia berada di teras tadi, suasananya benar

