"Ranee sudah pulang?" Ia baru keluar dari kamar. Berpapasan dengan salah satu anak buahnya. Menilik ini sudah pagi, perempuan itu seharusnya sudah tiba di kamar. "Sudah, bos. Hanya saja....." Ia mengerutkan kening. Anak buahnya enggan menjelaskan. Ia diajak ke kamar Ranee. Begitu melihat, perempuan itu terus mendesah. Ia jelas heran. Kenapa? Mana posenya begitu menggoda. Yeah berbaring tapi ah begitu lah. Dua kru perempuan tampak menutupi tubuhnya dengan selimut yang terus turun. Karena ia terus bergerak. Ia tamoak memanggil El, tapi ya begitu. Seakan-akan El sedang menyetubuhinya. Suaranya serak-serak seksi. Namun ya kali ini El tak begitu tergoda untuk menyentuhnya. Ia juga tahu kalau Ranee pasti lelah sekali. "Apa yang terjadi?" Ia jelas bingung. Kedua kaki dan tangannya sudah dii

