"Hei!" Istrinya pemalas sekali sejak hamil. Lihat lah. Kini pun masih berada di dalam selimut. Ia enggan sekali beranjak. "Ayo lah. Aku sudah berjanji dengan Arsen untuk melihat anaknya." Perempuan itu muncul dengan membuka selimut. Axel terkekeh. Ya gemas juga. Apalagi perutnya sudah menggelembung. Eiits jangan bilang gendut. Ia sangat sensitif akhir-akhir ini. Jadi sering ngambek. Sambil cemberut, ia beranjak menuju kamar mandi. Sebenarnya malas sih. Malas banget. Sejak sampai di Singapura tiga hari yang lalu, ia masih bersemedi saking malesnya. Sementara Axel tentu saja mengurus bisnisnya. Maka itu, ini sekalian jenguk anaknya Arsen kan. Mumpung ada waktu. Tapi istrinya ini masya Allah sekali. Ia geleng-geleng kepala. Begitu istrinya selesai bersiap-siap, mereka tentu berangkat.

