Sebelum bertemu Juna, Arsen menyempatkan diri untuk menemui seseorang. Ya berhubung sudah di Indonesia juga kan? Siapa? Alfa. Ia pikir ya mungkin Alfa hendak menonjok atau apa, nyatanya malah meminta maaf. Mengikhlaskan Narsha juga. Karena ia melihat kalau Narsha tampaknya sudah bahagia dengan hidupnya. Ia harus berhenti berasumsi kalau perempuan itu masih ada rasa dengannya bukan? Karena memang sudah tak pada tempatnya lagi. Ia harap ya dengan pertemuan singkat ini, Aŕsen juga bisa ya untuk tidak menganggapnya sebagai musuh lagi. Hanya itu kok. "Gue memaklumi. Ya karena mungkin gue bisa jadi sama kayak lo." Ia berusaha melihat dari dua sudut pandang lah. Alfa mengangguk. Ia tak banyak bicara. Hanya berbicara yang penting saja. Begitu selesai ya pamit. Toh ia tetap harus melanjutkan

