"Memang tak ada gunanya berdebat dengan atheis!" Ia mengoceh sendiri saking dongkolnya. Ia sudah kembali ke kamarnya. Sore ini El bilang akan ada yang berkunjung ke sini. Jadi mereka harus rapi. Lantas? Ya Lilian bersiap-siap. Ia diberikan gamis dan cadar bahkan. Apa sultan Arab yang akan datang? Hahaha. Mungkin saja kan? Dan ya begitu rombongan itu datang memang serba hitam. Perempuan bisa dihitung jari. Gaya berpakaian juga sama dengannya. Ternyata teman lama El. Si Ahmad itu. Kalau dilihat dari mobilnya sih tampak kaya juga. Mungkin benar-benar sultan? Walau tak lama, ia terperangah sih karena cowok itu berbahasa Indonesia. Tapi mukanya ya Arab tulen. Apa yang mereka bicarakan? Soal Ranee tentunya. Sayangnya kan Ranee tak bisa hadir di sini. "Ia masih harus melakukan pekerjaanny

