Lima belas

468 Words
"Ah.. bodoh bodoh. Bodoh banget sih kamu Nara. Kenapa malah tergoda lagi sama tuh Om-om. Kayaknya aku harus jaga jarak deh dari si Om. Bahaya banget kalau deket sama si Om terus. Ga baik juga buat kesehatan ini jantung." Ucap Nara sambil memegang dadanya yang terus berdebar kencang. Seketika smartphone nya berbunyi. Terlihat nama pemanggil yang dikenalnya.   Kinanti calling.. "Hallo Nara. Lo dimana sih susah banget dihubungin. Semua orang panik tau ga nyariin lo. Kakak lo dateng terus kerumah gue nanyain lo. Mana orang-orang suruhannya ngintilin gue terus kemana-mana." Celoteh Kinanti disebrang sana. Kinanti adalah sahabat Nara di SMA. Mereka bersahabat dari masih SMP. Selain Kinanti, Nara juga mempunyai tjga sahabat laiinya. Yaitu Melly, Dita dan Davi. Mereka berlima bersahabat di sekolahnya. "Sabar bu sabar. Salam dulu kalau nelpon itu. Jangan langsung nyerocos gitu aja."  "Iya deh iya. Assalamualaikum."  "Waalaikumsalam. Nah gitu dong. Kan enak dengernya. Lo tenang aja gue baik-baik aja disini. Maaf ya jadi ngerepotin lo."  "Jadi kapan lo pulang? Gue denger juga Papa lo udah batalin rencana pernikahannya." "Secepatnya gue pulang. Kalau urusan disini udah beres gue langsung pulang ko." "Cepet pulang ya.. gue kesepian disini sendirian. Huhu.." "Lah emang yang lainnya pada kemana?" Tanya Nara. "Melly pergi liburan ke Jepang. Kalau Dita kerumah Eyangnya di Jogja. Terus kalau Davi kerumah Tantenya di Bandung." Jawab Kinanti menjelaskan. "Davi lagi di Bandung?" Tanya Nara lagi. "Iya. Emang kenapa gitu?" Kinanti balik bertanya. "Gue juga sebenarnya lagi di Bandung ini."  "What? Lo di Bandung? Gue kira lo pergi keluar kota itu ke Malang atau ke daerah di Jawa Timur lainnya. Berani banget lo pergi ke Bandung sendirian. Lo harus jelasin sama gue." "Iya nanti gue jelasin. Ceritanya panjang banget soalnya. Gue tutup dulu ya telfon nya. Gue mau ngehubungin Davi dulu. Ga apa-apa kan?" "Yaudah lo hati-hati ya disana. Jaga diri baik-baik juga." "Makasih ya. Assalamualaikum." "Waalaikumsalam"  **** "Hallo Assalamualaikum." Ucap Nara di sebrang sana. "Iya Waalaikumsalam. Dengan siapa ya?" "Davi, ini Nara." "Nara, kamu kemana aja? Semua orang pada khawatir dengan kamu. Mana nomor kamu juga susah dihubungi. Ini lagi kamu telfon pakai no siapa?" Cerocos Davi di sebrang sana. "Maaf Dav. Ini nomor baruku. Aku ganti nomor soalnya. Maaf ya aku jadi ngerepotin kalian semua." "Kamu dimana sebenernya sih Na? Kamu baik-baik aja kan? Kamu ga kenapa-kenapa?" Tanya Davi khawatir. "Aku ga apa-apa ko Dav. Oh ya aku denger kata Kinanti kamu lagi di Bandung ya?" "Iya aku di Bandung, Na. Kenapa? Kamu mau aku bawain oleh-oleh seperti biasa?" "Sebenarnya.. aku juga lagi di Bandung Dav." "Apa? Kamu di Bandung? Ko bisa? Surabaya-Bandung itu jauh lho Na. Kamu kan penakut." "Ceritanya panjang banget Dav. Oh ya, kita bisa ketemuan? Aku pengen cerita sama kamu." "Yaudah. Mau ketemuan dimana?" "Di Trans Studio Mall aja bisa? Aku tau nya cuma daerah situ. Sekalian pengen naik wahana disana." "Yaudah kalau gitu aku siap-siap dulu ya. Kita ketemuan jam 11 disana." "Ok deh. Makasih ya Dav. Maaf jadi ganggu liburan kamu." "Ga apa-apa ko. Nyantai aja. Yaudah aku tutup ya telfon nya. Assalamualaikum." "Waalaikumsalam."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD