Bab 26 : Never Let You Go

1034 Words

Lian berjalan masuk ke apartemennya dengan langkah buru- buru dan wajah cemas. Begitu dia membuka pintu kamarnya, Nisa langsung menyambut dan berdiri dari duduknya. “Abang!” sapanya. “Kenapa baru pulang?” Lian tidak menghiraukan pertanyaan Nisa. Dia langsung berjalan cepat ke arah ranjang dimana istrinya terbaring tak berdaya dengan jarum infus menancap di lengannya. “Vega...” lirihnya. Jemarinya terangkat dan meraba dahi gadis itu yang terasa panas. Lian menghela nafas kasar. “Dia sejak kapan kayak gini?” tanyanya sambil menoleh pada Nisa. “Sejak tadi pagi. Kakak ipar nggak mau makan semenjak Abang pergi waktu itu. Bahkan tiga hari terakhir Kakak ipar nggak mau makan sama sekali,” balas Nisa. Lian mengusap wajahnya kasar. Rambutnya yang hitam disurainya kebelakang dengan kencang.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD