(POV Arumi) Aku merasakan ketenangan tidur di rumah sendiri. Memang lain, rasanya bahagia. Walaupun aku sedih karena Ibu mertua tak mau datang. Hanya sebentar datang di syukuran juga tak mau atau hanya sekedar menampakkan wajah di acara. Mama dan Papa yang sudah tiba dari dua hari lalu mulai bertanya kenapa Ibu mertuaku tak pernah datang bahkan diacara syukuran. Dimana keluarga berkumpul dan tetangga juga datang. "Ma, kalau aku menceritakan pada kalian pasti kalian tidak percaya. Bagaimana sikap Ibu selama ini padaku semenjak kami tinggal satu atap." "Arumi kamu mulai lagi ya..." Ha'kan apa aku bilang belum sempat aku bicara, tanggapan Papa sudah begitu. Aku tahu sebenarnya Papa bukan tak mau aku bicara tentang itu karena 100% tak percaya tapi lebihke tak mau aku menceritakan burukny

