Tanpa sadar, cairan bening itu keluar dan sudah membasahi pipi Alvin. Untuk pertama kalinya, itu cowok meneteskan air mata untuk seorang gadis. Sungguh dalam sesal yang dirasakannya kini. Mengingat, bagaimana bisa ia bersikap egois. Meninggalkan Ayla kecil tanpa pamit setelah empat puluh hari kepergian sepupunya laki-lakinya, Zydan. Sungguh sempit dunia ternyata, tak pernah tepikir sebelumnya, gadis yang dengan mudahnya meruntuhkan pertahanan diri, dan berhasil dengan mudah mencuri seluruh hati, adalah gadis kecilnya. Ayla Zahira. Alvin masih mengenggam erat tangan Ayla, yang sudah terlepas dari kain yang mengikat tubuhnya. Tak rela melepas begitu saja genggaman tangannya. Emosi gadis itu sudah mereda, oleh obat penenang yang masih mempengaruhinya. Alvin dengan segera menyeka sisa

