Fakta

1110 Words

“Oke, kalau itu yang kamu mau. Kita, putus!” ucap Alvin dengan suara tegas. Tak pernah disangka oleh Ayla, kata-kata yang terlontar dari bibir Alvin sangat menyakitkan, rasanya seperti ada batu besar yang menghantam tepat di jantung hati gadis itu. Ayla meneguk ludahnya sendiri susah payah, semua menjadi begitu sesak. Gulungan awan hitam pun mulai menjatuhkan satu persatu air yang tertahan didalamnya. Seolah mengiringi kepergian sang kekasih hati bersama jatuhnya air mata yang tertahan di pelupuk mata. Maaf kak Alvin, aku sangat percaya denganmu. Tapi, ini semua aku lakukan demi kebaikan kita bersama. Kamu terlalu baik untukku. Lirih Ayla dalam hati. “Ayla..” panggil Ryan lirih. Secepatnya gadis itu mengusap sisa air mata yang membasahi pipinya. “Kamu nggak apa-apa kan?” tanya cowo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD