Sepanjang jam pelajaran kedua, senyum tak pernah lepas dari wajah Ayla. Wajah gadis itu terlihat begitu ceria dan penuh semangat, berbeda sekali dari sebelumnya yang tampak lebih pucat dan cenderung ketakutan. Jantung gadis itu kembali berdebar setiap kali mengingat peristiwa pagi tadi. Dan hal itu pun mengundang pertanyaan dibenak Adelia yang duduk disebelah Ayla. "La, kamu kenapa sih?" tanya gadis itu penasaran dengan sikap yang ditunjukkan Ayla, dan hanya dijawab gelengan kepala oleh gadis tersebut. Dan jawaban yang dilontarkan Ayla sangat tidak memuaskan bagi Adelia, membuat gadis itu kembali bergumam. "Perasaan, dimana-mana orang yang habis kena hukuman itu bawaannya lemes, loyo, nggak ada semangat. Lha ini malah kebalikan dari itu semua." "Aku denger lho." bisik Ayla di telinga A

