Hubungan Barbara dan Danial semakin rapat sejak Danial membawa Barbara ke pantai. Tanpa menunggu 3 hari Barbara memberitahu Danial yang dia sudi menjadi pacar Danial.
*Danial..:) - Hii Dan.. Apa kamu udah tidur?
Danial yang baru sahaja selesai makan malam bersama Melati segera meminta diri untuk ke toilet.
" Mel.. kakak ke toilet dulu ya.. lagi sakit perut.. "
" baik kak.. jangan lama- lama ya.."
" Ok sayang.."
***********
Ring.. ring...
" Hello..."
Barbara tersenyum melihat contact nama Danial yang tertera di screen telfon nya.
" Iya Bar.. Apa ada.. ??"
" Ngak... cumanya...."
" Rindu gue ya.."
" Arhh.. ngak la.."
" Jangan bohong Bar.. Kerna gue juga kangen sama loe. Apa perlu gue harus tunggu 3 hari dulu baru loe mau terima gue. "
" Benar?? Ermm.. Aku sebenarnya mau bilang yang aku terima kamu Dan.."
' Yes.. gue akhirnya berjaya mendapatkan loe Barbara'..
Danial berkata di dalam hatinya..
" Benar ni.. Loe ngak boleh tarik balik kata- kata loe."
" Benar lah.. "
" makasih cinta... Gue janji akan menjaga loe sebaiknya.. Kalau gue bisa ke rumah loe.. Malam ni juga kita bisa celebrate first date kita.. Tapi sayang gue ngak bisa datang .. kerna sekarang gue lagi di rumah sakit.."
" Rumah sakit.. Kamu kenapa Dan.. Sakit ya..??"
" Bonda gue sakit.. Jadi gue dan adik gue harus bergantian menjaganya.."
" Mau aku teman kamu di sana..?"
" Ngak usah Barbara.. Loe kan mau ke kantor lagi besok.. Nanti loe capek temanin gue..Gue boleh jaga sendiri.. Tapi... huh...."
Danial menarik nafasnya.. Seperti dia memiliki kesulitan.
" Kenapa Dan..?"
" Gue ngak tahu mau bilang apa Bar.."
" Kenapa.. Bilang aja ke aku..?"
" Gue ini kerja ngak tetap Bar.. Mana tagihan rumah sakit lagi gue belum bayar.."
" Berapa?? Bagitau aku.. sekarang juga aku transfer ke kamu.."
Barbara yang merasa kasihan tanpa berfikir panjang terus ingin membantu Danial..
Danial tersenuyum mendengarnya.. Rupanya sangat mudah untuk membohongi sama gadis yang lagi bucin sama dirinya.."
" Benar ni.. 14 juta rp.. Banyak bangat untuk kamu bantu aku.. Kamu ngak malu pacaran sama aku yang ngak ada kerja tetap."?
" Ngak lah Dan... Sebagai pacar.. aku kan harus bantu kamu.. Nant kamu antar nomor rekening kamu.. aku transfer ke kamu.. "
" makasih Bar... Nanti gue ada duit.. gue ganti uang loe.."
" Ngak usah Dan.. Ini kan uang rumah sakit untuk Bonda kamu.. Aku senang dapat menolong kamu.."
" makasih Bar.. Aku ke ruangan Bonda dulu ya... Nanti aku hubungi kamu ya.. "
" Ya udah.. jaga bonda kamu baik- baik ya.."
" Ok sayang.. bye.. love you."
" Love you too ...
Tutt..tuttt
Barbar tersenyum bahagia kerna dirinya kini sah pacaran dengan Danial.. Lagi yang menghangatkan hati Barbara apabila Danial mengatakan sayang kepada nya. Barbara masih tidak sedar Danial hanya menginginkan uangnya kerna buta akan cinta yang ditaburkan Danial.
*Danial:) - ini nomor rekening gue Bar.. 98×××××××××××××.
Danial juga merasakan bahagia. Bukan kerna dia telah pacaran dengan Barbara.. Tapi kerna dia telah mendapatkan sejumlah uang yang banyak tanpa perlu bersusah payah bekerja.
*Barbara.- Done.. Aku sudah transfer kepada kamu Dan..
" Woowww.. senang bangat gue dapat uang kalau begini.. "
*Danial:) - Makasih Bar.. Aku melunaskan tagihan rumah sakit dulu ya.. love u cinta..
Barbara hanya tersenyum melihat pesanan whatapp Danial.
"Danial... Kamu lah pria yang pertama dan terakhir yang bertakhta di hatiku.. titikk.."
Barbara yang kini berada di luar beranda vilanya tersenyum melihat bintang - bintang di luar.. Hatinya kini penuh dengan bunga - bunga cinta Danial.
***********
Danial tersenyum gembira apabila uang yang di kirimkan Barbara telah Danial terima di rekening nya. Danial segera bertemu dengan Melati yang di tinggalkan lama di restoran.
" kak.. kok lama bangat..?"
" Perutnya sakit Sayang.. Jadi kelamaan.."
" Aku fikir kakak lari dari bayar makanan?"
" Ngak la Mel.. Jangan fikir yang aneh- aneh kamu.."
" kakak bayar dulu.. Kamu tunggu di luar..."
" Baik kak.."
Danial sebenarnya tidak mempunyai uang yang cukup untuk makan di restoran.. Tetapi Melati tetap memaksanya kerna dia telah melanggar janjinya bersama Melati menonton wayang. Kerna pada hari itu Danial telah bertemu dengan Barbara. Danial mula terfikir idea jahatnya apabila Barbara menghantar pesanan whatappnya.. Pada mulanya Danial merasa agak terlampau meminta uang yang banyak. Tapi Danial merasa uang sebanyak itu tidak akan membuat Barbara bankrupt.
"Mel.. Ayuhh jalan- jalan".
" kemana kak.. ?Nanti kakak ngak ada uang sampai akhir bulan".
"kita minum- minum di bar mau.. lepas itu kita tidur di hotel.."
"Tapi kak.. "
" Ada ni uang kakak.. Jangan risau.. "
" Ok kak.. Kalau kakak sudah bilang begitu.."
Danial melajukan speda motornya ke club malam yang terkenal di kota itu.. Mereka minum minuman yang mahal dan menari sepuasnya. Danial juga memesan hotel yang mewah untuk mereka berdua. Malam itu adalah malam yang sangat bahagia untuk dua insan ini.
Mawar yang berada di rumah sangat khawatir kerna kedua anaknya tidak pulang ke rumah. Bukannya Mawar khawatir keselamatan Melati dan Danial. Tetapi Mawar khawatir seandainya Melati mengandung anak Danial. semua harapannya untuk menjadi kaya hanya tinggal kenangan.
"Kenapa kau nampak risau mawar"?
" Aku cuma risau harapan kita untuk menjadi kaya hanya tinggal kenangan.."
" Apa Danial ngak mendengar kata mu..?"
" Bukan Danial.. tapi Melati anak kandungku dan kau.. "
Pria yang bersama Melati ini adalah ayah kepada Melati.. Mawar berbohong kepada Melati jika dia tidak ingat siapa ayah kepada Malati. Ini kerna Pria itu adalah seorang buronan polis yang bernama Don.
"Kau sepatutnya sudah pisahkan mereka sejak dahulu lagi.. Tapi kau selalu membiarkan mereka bersama.."
" Ketika itu aku ngak tau akan mendapat habuan besar seperti ini.."
" Hahahaha... Kau ingin aku menolongmu Mawar.."
" Ngak perlu Don.. Aku ada cara ku sendiri memisahkan mereka.."
" Ermm.. Jadi apa tujuan mu memanggilku ke kemari..?"
" Aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku..?"
" Bukan kata mu kau ngak akan meminta bantuan ku..?
" Cuma sedikit bantuan saja Don.."
" Hahahah.. baiklah.. Apa dia.."
" Aku ingin gadis kaya itu segera mengandung anak danial.. "
" Jadi.. apa yang perlu aku lakukan.."?
" Culik anakmu sementara.. Supaya aku dapat melakukan rancangan ini tanpa masalah.."
" baiklah.. Aku akan membantumu.. tapi setiap bantuan pasti ada habuan Mawar.. Kau perlu tahu kan jika berurusan dengan ku.."
" Tapi aku ngak punya uang sekarang Don.."
" Aku ngak butuh uang mu Mawar.. tapi aku mau kau.."
" Bukan sekarang Don.. Aku ngak bisa sekarang.."
" Okey.. Sampai aku dapat tubuhmu.. Baru lah rancanganmu aku tunaikan.. Bye sayangg muahh..,"
Don mencium bibir Mawar sebelum pergi meninggalkannya..
" erhhhhh.. Buronan brengsek... Berani kau mempermainkan aku.."