Perubahan yang ketara

1351 Words
Keesokan harinya Barbara ke kantor seperti biasa.. Tapi hari ini penampilan Barbara lebih cantik dan menarik. Barbara telah memotong rambutnya yang panjang ke paras bahu.. Mawar kaget melihat Barbara bersarapan bersama. Ketika itu Melati dan Dani juga bersama. " Bar.. Apa kamu ngak sakit lagi.." " Iya tante.. aku sudah sihat.." " Cantik rambut baru kamu Bar.." Melati pula memuji kecantikan Barbara.. di dalam hatinya Melati merasa sangat iri hati dengan kecantikan Barbara..Barbara hanya tersenyum dan meneruskan memakan makanan nya tanpa memandang ke arah mereka . " Tante risau kamu ngak keluar dari kamar seminggu.. Melawat Danial pun kamu ngak.. " " Iya nie. Aku juga risau Bar tentang kamu.. Begini Bar.. boleh ngak aku sekolahkan Dani berhampiran taman sana.. Tapi biaya nya mahal sedikit." " Maaf tante Mel.. Aku sudah telat.. Hari ini ada meeting penting.." " Tapi Bar.. " " Baik Bar.. hati- hati ya.." " Diam kamu.. Mungkin dia memang buru- buru hari ini " " Tapi bun.. ," " Bunda kan ada kartu nya Barbara.." Mereka berbicara dengan perlahan ketika Barbara sudah pergi. Tetapi masih di dengari oleh Bibik dan para pembantu yang lain.. Mawar sering kali ingin mencelakakan Barbara.. Tapi tanpa Mawar sedari pembantu di rumah itu sering menggagalkan rancana Mawar... Mawar pernah menaruh obat tidur di minuman Barbara.. Tapi telah di tukar oleh bibik tanpa di sedari Mawar. Ini kerna Barbara akan mengetir mobilnya sendiri ketika itu.. Kadang kala Mawar sengaja membasahkan lantai di tangga.. Supaya Barbara terjatuh.. Tapi sering kali juga gagal.. Membuatkan Mawar kesal. Barbara merasa ingin mengusir mereka dari rumah itu.. Dalam perjalanan ke kantor.. Barbara mentelfon Pengacaranya.. " Pak.. aku ingin kartu yang di gunakan Tante Mawar di tutup.. " Baik Barbara." Supir yang mendengar hal itu hanya tersenyum. Dia merasa sangat gembira kerna kini Barbara tidak lagi termakan kata- kata mawar. ************ Sesampai di kantor.. Barbara segera bertemu dengan Burn.. Sebenarnya Barbara tidak mempunyai meeting hari ini.. Dia hanya ingin bertemu dengan Om nya sahaja.. Kebetulan Burn ketika itu baru sahaja sampai.. " Om... Tunggu.. " " Barbara..?? " " Iya Om.. Apa Om sudah lupa sama Anak saudara Om ini?" Barbara sengaja merajuk dengan Om nya. Burn merasa gembira Barbara telah menjadi ceria semua. " Bukan lupa.. Tapi hari ini Anak saudara Om nampak berbeda.." " Om.. mari ke ruangan ku.. Ada yang ingin aku bincangakan ke Om.. Mereka berdua pergi ke ruangan Barbara. " Ada apa Bar.."? " Aku terima bertunang dengan Ivan Om.. Burn yang meminum air putihnya hampir- hampir tersedak. " Apa benar Bar??" "Iya Om.." " Apa yang merubah keputusan kamu.."? " Aku ingin membalas dengan mereka yang mengkhianti aku Om." " Tapi pertunangan ini betul Bar.. Bukan main - main.. " Aku tau Om.. Aku juga sudah fikir sedalamnya Om.. aku mau move on dari memikirkan b******n itu.." Telfon Barbara berdering .. Panggilan dari tante Mawar.. Ringg... ringg.. Barbara membiarkan sahaja telfon nya berdering.. " Kenapa ngak di angkat telfon nya.."? " Tante Mawar.. Malas.. sepertinya ngak penting kok. Burn tersenyum mendengarnya. " Om.. beberapa hari ini aku mau tinggal di hotel dulu.. Aku malas bertemu dengan mereka sehingga di hari pertunangan ku. " " Kenapa ngak kamu ke rumah Om aja.. Bocah kecil Ben pasti merindukan mu.. Sudah lama kamu ngak berkunjung ke rumah Om.." " Maaf Om.. Apa aku ngak menyusahkan Om.. Tante Alice kan ngak suka sama aku.. Aku tinggal di Hotel aja Om..." Barbara jarang sekali datang ke rumah Burn. Ini kerna istrinya Burn tidak menyukai Barbara. Hanya kerna Barbara suka merepotkan suaminya dalam banyak hal. " Ya udah.. jika itu mau mu.. Om ngak maksa deh.. Bar.. Baru om ingat.. kenapa ngak kamu tinggal di rumah lama ibu kamu.. rumah itu terawat kok.. Om menyuruh orang untuk merawat rumah itu.. Pemandangan di sana juga cantik kok.. di atas bukit.. " " baik om.. Aku akan ke sana...Makasih Om.." Burn akan memberikan senyuman hangat seorang ayah kepadanya." Barbara mentelfon pembantu di rumahnya.. " Helo.. Ini kediamaan keluarga Dickens". " Bik.. ini saya Barbara.. " " Ada apa Non.. ?" " Di mana Tante Mawar dan Melati..,?" " Mereka lagi keluar non..Anak nya Dani di titipkan di sini.. " Begini bik.. Saya mau kamu semua siap- siap dan pergi ke villa ibu saya sebelum mereka berdua itu pulang.. Nanti di Kunci juga rumah itu.. Anaknya Melati titpkan saja sama penjaga keamanan di luar.. Saya ngak mau mereka masuk lagi ke sana.." " Tapi barang- barang mereka gimana non..?" " Owh ya bik.. Kemaskan barang- barang mereka seperti mereka mula- mula datang ke sini.. Barang yang di beli menggunakan uang saya.. tinggalkan aja di kamar.. Itu semua milik saya Bik.." " Baik Non.. Itu saja Non.." " Iya Bik.." ' Ini baru permulaan nya.. Kalian akan mendapat balasan kerna mempermainkan perasaan ku. ' Bisik Barbara di dalam hatinya.. Barbara juga mentelfon Supir yang menghantar Mawar dan Melati ke mall. " Hello Pak.. Di mana tante dan Melati.."? " Masih di Mall Non.. Saya lagi menunggu mereka." ," Pak.. Datang ke villa sekarang.. Jika mereka mentelfon bapak.. jangan di angkat panggilan nya.. biarkan aja.. " Baik non.. dengan senang hati.." Di tempat lain.. Mawar dan Melati pergi ke mall untuk memberi barang keperluan mereka.. Dani di tinggalkan bersama pembantu di villa Barbara. . Tiba di kasir untuk membuat pembayaran.. Kartu yang di berikan Barbara itu tidak dapat di gunakan.. " Maaf bu.. Kartu nya ngak dapat di gunakan lagi.." " Hah.. kenapa..? Kelmarin aku guna ngak masalah kok.. Cuba sekali lagi.." " Ngak berhasil jugak Bu.." Barisan orang yang antri juga cukup ramai.. Mujur lah Mawar telah mengeluarkan uang dari bank kelmarin untuk di gunakan pada masa- masa tertentu.. Untung saja pembelian Mawar tidak mahal.. Dia terpaksa menggunakan uang tunainya.. " Nah ambil ni.. Saya bayar cash saja.." " Makasih bu..," Melati yang masih berada di dalam toko mendengar kekecohan kecil yang berlaku itu kerna bundanya. Melati segera menemui bunda nya. " Kenapa Bunda.."? ,," kartu nya ngak dapat di gunakan Mel.., Untung bunda ada cash.. Tapi ngak banyak.." " Bagaiman bisa.. Bunda suda telfon Barbara?" " Belum lagi.. Kita duduk dulu sana Mel.. Bunda sudah capek.. mau telfon perempuan itu lagi.. Masalah apa lagi dengan kartu ini. " Mawar kini hanya menghandalkan Barbara untuk memberikan nya uang.. Kerna Don sudah tidak muncul hampir 4 tahun.. Mawar juga seperti tidak mau peduli lagi kepada pria itu.. Tut..tuttt tuttt.. " Ngak di jawab telfon nya. " " Cuba sekali lagi bun.. Mungkin barbara lagi sibuk meeting.." " Ngak di angkat juga nie.." " Kita pulang aja bun.." Mawar dan Melati seperti biasa menunggu di luar. Pak supir tidak juga muncul. " Telfon Bun.. kemana lagi Pak tua ini pergi..." " Aduh.. Bunda aja menteflon.. kamu lagi dong.." Melati mencoba mentelfon pak supir..tapi tetap juga ngak di angkat.. Melati mentelfon di villa Barbara. sama juga tidak di angkat.. " Kemana semua orang ngak mengangkat telfon.. Di villa juga ngak di angkat bunda.." "Kita pulang naik ojek aja.." " Ojek..? Taksi aja bun.." " Uang kita ngak cukup Mel.. " " Ya udah.. Aku akan mengadu sama kak Danial nanti . Biar dia di marahin Bun sama kak Danial.." " Iya.. Bunda akan ugut barbara putuskan hubungan nya dengan Danial kalau ngak dengar kata bunda. " " Iya bun.. Aku setuju.." Akhirnya kedua beranak ini sampai ke Villa Barbara.. Melati melihat anak nya Dani dan Barang- barang mereka ada di sana. " Pak.. Kenapa anak saya di sini.. Mari masuk sayang. " " Maaf.. Anda semua ngak di benarkan Masuk kerna semua orang ngak ada di villa ketika ini. " " Kenapa Pak.. kami ini penghuni di sini.. pak.. pak...". Penjaga keamanan itu tidak mahu mendengar omongan Mawar.. Dia segera beredar dan masuk ke dalam kamar untuk penjaga keamanan.. Mawar tetap bertahan mengetuk pintu penjaga keamanan.. Tapi langsung tidak di pedulikan. tokk.. tokkk.. tokk... " Pak.. tolong dengarin saya pak... " " bunda.. kita pergi aja bun.. nanti kita ke mari lagi. " " Tapi barang- barang kita masih di dalam Mel.. Baju mahal bunda, sepatu, barang riasan lagi.." " Tapi bun.. Hari sudah mau ujan.. Kasian sama Dani.." Akhirnya Mawar mengalah dan pergi dari sana.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD