Zalgrix Murka

1161 Words

“Dimana dia? Cari sampai ketemu, kalau tidak kalian semua aku PECAT!” teriak Zalgrix di kamarnya pada tiga orang pengawal kepercayaannya. Suaranya menggelegar, memekakkan telinga. Pagi-pagi ia baru saja terjaga dan sudah disuguhi sarapan kabar buruk dari Adzja. Ia sangat murka begitu mendengar laporan kalau kamar di mana calon istrinya berada sudah kosong. Ketiga pengawalnya langsung undur diri untuk laksanakan perintah. Mereka sama sekali tidak ada ide harus cari ke mana. “Kalau wanita itu keluar tadi malam, di seharusnya sudah ada di luar kawasan tambang,” ucap salaah satu dari mereka. “Ayo, kita berpencar! Aku akan ke pagar belakang dan sekitarnya. Kamu bisa ke pintu depan dan mengelilingi daerah sekelilingnya. Dan kamu, bisa kembali ke bilik bawah tanah, mungkin saja ia masih be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD