Kamar Kosong

1099 Words

Karan membuka pintu dan berharap wanita di dalam kamar yang tadi bersama Adzja, tidak melampiaskan amarahnya. Begitu pintu didorong, terdengar suara dari dalam, “Aku tahu kamu juga sesama wanita yang bisa rasakan penderitaanku. Teri…” “Maaf, Anda bisa keluar sekarang. Kita tidak punya banyak waktu,” sahut Karan. Zeclix kaget karena orang asing lainnya yang membukakan pintu. Seorang pria bahkan. Tapi. Zeclix tidak ingin lewatkan kesempatan emas yang ada. “Tentu, aku ikut!” Saat Karan masuk, wanita itu sedang duduk di kursi. Mata mereka bertemu dan ekspresi Zeclix kaget dengan kehadirannya. Begitu pula Karan yang tak sangka sama sekali kalau gadis yang dikurung itu ternyata sangat cantik. Sayangnya, tak ada waktu untuk mengagumi makhluk ciptaan yang sangat indah itu. Ia menanti Zecli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD