Karan melirik ke sampingnya di mana Qizvy sedang berdiri tenang menatap ke arah pintu. Entah apa yang ada dalam kepala temannya yang satu itu. Karan juga sama gugupnya tetapi tidak seperti ingin berjumpa tuan Golzyver. Setidaknya, ia sudah jumpa dengan majikan yang paling berkuasa di daerah tambang itu. Kalau dalam keadaan terdesak, ia tahu harus mengadu ke siapa. Ada juga nyonya rumah yang akan mendukungnya. Tetapi, Karan tidak akan mencari masalah dengan semua mandor karena nyawanya ada di tangan mereka. Jarak antara kediaman tuan Golzy dan tempatnya bekerja sangat jauh sehingga ia tidak bisa sok juga, karena sudah dianggap sebagai salah satu pekerja yang diberi hak istimewa oleh pemilik tambang. “Masuk!” perintah pengawal yang ada di depan mereka. Ia bergeser setelah pintu di depan

