Prolog

195 Words
    Kemampuan yang dimilikinya terus menyakiti dirinya secara perlahan                                                 ***     Calista benci dengan kemampuannya yang bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk halus. Sering kali ia merasakan dirinya gila karena bisa melihat dan mendengar suara-suara yang tak dapat didengar atau dilihat oleh orang lain. Di sisi lain, ia heran karena kemampuannya yang tidak bisa selalu digunakan layaknya anak-anak indigo pada umumnya. Jangan tanya kenapa, karena dia sendiri pun juga tidak tahu jawabannya.     Makhluk tak kasatmata yang dilihatnya selalu memiliki aura negatif dan tidak bersahabat dengan dirinya. Mereka jahat terhadap makhluk hidup seperti Calista, mereka sering kali mengganggu atau menampakkan wujudnya yang buruk rupa. Calista juga pernah menonton dan mengikuti perkembangan seseorang yang terkenal dengan teman-temen tak kasatmata melalui media sosial, tapi sampai detik ini ia belum menemukan sosok yang bisa dijadikannya sebagai teman seperti apa yang dilakukan orang itu.     halah, boro-boro berteman, melihat mereka aja kepala terasa ditikam palu.     Kepala Calista juga terasa berat dan berputar setelah melihat makhluk halus. Kata Tantenya yang bernama Rissa―mempunyai kemampuan sama seperti dirinya―Calista sebenernya belum siap menerima kemampuan yang dimilikinya, dan Calista belum cukup kuat untuk menerimanya. Lalu, kalau memang benar belum siap mengapa ia bisa memilikinya?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD