BLIND-FORTY

1226 Words
"Terjadi keributan, terjadi keributan. Seorang pria mengamuk di restoran cepat saji Gangnam ... terjadi keributan ...." Suara dari radio komunikasi yang berada di dalam sebuah mobil polisi menyampaikan informasi tentang lokasi terjadinya keributan. Seorang petugas patroli yang tengah menunggu di dalam mobil menyahut, "Opsir Lee segera menuju lokasi." Sebuah mobil polisi melaju ke jalanan dengan sirine yang dinyalakan. "Terjadi perkelahian di tengah jalan!" "Opsir Lee menuju ke lokasi." "Seorang kakek menghilang di perkebunan!" "Opsir Lee menuju ke lokasi." "Seorang anak berusia lima tahun menghilang di taman bermain!" "Opsir Lee dalam perjalanan!" "Ada pencurian!" "Opsir Lee ...." "Kucingku terjebak di pohon!" "Opsir Lee ...." "Seseorang mencuri dari toko milikku!" Opsir Lee .... Opsir Lee .... Opsir Lee .... Opsir Lee!!!!! "Ye!!!" teriak Joo Heon yang langsung bangkit. Terduduk di atas ranjang dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka. Wajah yang mengernyit itu mencoba mengenali tempat ia berada saat ini. Memandang sekeliling hingga ia temui bahwa ia tengah berada di dalam kamarnya. Menggaruk wajahnya, pemuda itu bergumam, "bahkan aku masih berlarian di dalam mimpiku." Joo Heon kembali menjatuhkan tubuhnya pada ranjang dan menutupi wajahnya menggunakan selimut. Namun beberapa detik kemudian suara ketukan pintu mengisi pendengaran Joo Heon. "Opsir Lee, kucingku tersangkut di pohon." Joo Heon segera membuka selimutnya dan sedikit mengangkat kepalanya. Dengan netra yang masih setelah terbuka itu, ia menatap kesal ke arah Hyun Woo yang justru tersenyum lebar di ambang pintu. Hyun Woo kemudian menegur, "Apa yang kau lakukan? Sebagai seorang polisi yang, bukankah seharusnya kau langsung bergegas setelah menerima laporan?" "Laporan apanya?" gumam Joo Heon dengan kesal dan kembali menaruh kepalanya. Hyun Woo kembali tersenyum lebar dan menghampiri adiknya tersebut. Berdiri di samping ranjang, Hyun Woo sekilas mengusap puncak kepala pemuda itu dengan kasar. "Cepat bangun. Bukankah kedisiplinan adalah hal yang paling utama?" Joo Heon menyahut dengan menggunakan suara lebah andalannya. "Bahkan aku masih bekerja di dalam mimpi sekalipun." Mendengar hal itu, Hyun Woo pun tertawa ringan. Sebenarnya dia merasa prihatin dengan kisah hidup adiknya yang harus berlarian ke sana kemari hampir setiap hari. Namun bagaimana lagi, itulah jalan yang sudah dipilih oleh Lee Joo Heon. "Jika kau tidak cepat bangun, kau akan kehilangan lebih banyak poin." Mendengar hal itu Joo Heon segera bangkit dan membuka matanya dengan lebar. 'Poin' satu kata yang berhasil menarik perhatian Lee Joo Heon—si pemburu poin untuk mendapatkan promosi kenaikan jabatan. "Kucing siapa lagi yang tersangkut sekarang?" tanya Joo Heon masih dengan suara yang terdengar malas. Hyun Woo tersenyum lebar dan menepuk wajah pemuda itu beberapa kali. "Cepat mandi dan turun ke bawah, Eomma sudah menyiapkan sarapan." Hyun Woo kemudian hendak meninggalkan kamar Joo Heon, namun langkahnya terhenti di ambang pintu ketika Joo Heon menegurnya. "Hyung." Hyun Woo berbalik. "Ada apa?" "Mau bertukar tempat denganku? Hari ini saja." Hyun Woo menatap sinis. "Kau akan membuat pasienku berlarian sebelum menjalani operasi? Jangan bicara konyol di pagi hari, cepat turun atau kau berangkat sendiri." Hyun Woo lantas menghilang dari pandangan Joo Heon. Sementara Joo Heon justru tertawa ringan tanpa sebab. Terlihat sangat aneh memang, namun setelahnya jauh lebih aneh karena ia tiba-tiba berucap lantang. "Ya! Im Chang Kyun! Siapkan seragam Hyung kesayanganmu ini!" Joo Heon turun dari ranjang sembari menggerutu. "Biasanya dia yang selalu membangunkan aku, kenapa sekarang justru Hyun Woo Hyung?" Joo Heon kemudian masuk ke kamar mandi, dan keributan tak berhenti sampai di situ. Setelahnya terdengar suara Joo Heon yang tengah menyanyikan lagu kebangsaan Korea Selatan yang bercampur dengan suara air yang keluar dari shower. Sementara itu sepasang kaki memasuki kamar Joo Heon. Menaruh seragam polisi milik pemuda itu dan langsung meninggalkan ruangan itu begitu saja. #BLIND# Joo Heon menuruni anak tangga dan berjalan menuju dapur dengan senandung yang masih keluar dari mulutnya. Bukan lagu modern favorit anak muda zaman sekarang, namun tetap seperti sebelumnya. Sebuah lagu kebangsaan yang selalu terdengar di rumah itu setiap Opsir Lee berada di sana. Joo Heon muncul di ruang makan dengan mengenakan seragam kerjanya namun baju luaran yang belum ia pakai yang kemudian ia gantungkan pada sandaran kursi. "Kau sudah selesai?" tegur Nyonya Lee dengan senyum lebarnya setiap kali menyambut putra-putranya di meja makan. "Oh! Di mana Chang Kyun? Apa dia belum turun?" Joo Heon baru menyadari bahwa ada satu orang yang kurang di sana. Hyun Woo yang sudah duduk di tempatnya sejak Joo Heon datang pun menyahut, "Dia sudah pergi." Joo Heon menempati kursinya sembari berucap, "Eih ... kenapa akhir-akhir ini dia rajin sekali?" "Dia bahkan jauh lebih rajin dibandingkan dengan Opsir Lee," ucap Nyonya Lee bernada bercanda. Joo Heon menatap sinis. "Rajin apanya? Memangnya Eomma tahu apa yang dilakukan anak itu di luar sana?" "Memangnya kau tahu apa yang dia lakukan di luar sana?" Hyun Woo mengembalikan pertanyaan Joo Heon. Joo Heon tersenyum tak percaya dan menjawab penuh percaya diri. "Tentu saja tidak. Memangnya aku kurang pekerjaan sehingga harus mengawasi anak itu dua puluh empat jam?" Nyonya Lee tertawa ringan melihat tingkah putra-putranya. Dan sayangnya Chang Kyun tak bergabung di meja makan pagi itu. "Ya sudah, cepat habiskan makanan kalian. Jangan sampai kalian terlambat, khususnya kau ... Opsir Lee." "Eomma tenang saja. Aku akan mengumpukan poin sebanyak mungkin agar segera mendapatkan promosi." "Benar ... kau harus melakukannya. Tapi jangan bekerja terlalu keras. Eomma akan selalu mendukungmu apapun yang kau lakukan." "Terima kasih, Eomma." Netra Joo Heon menyipit ketika seulas senyum lebar terlukis wajahnya. Hyun Woo hanya bisa tersenyum melihat tingkah adiknya yang masih sangat kekanak-kanakan jika di depan ibu mereka. Bahkan Chang Kyun kalah manja dari Joo Heon. "Selamat makan ...." Keluarga kecil itu melanjutkan obrolan ringan disertai candaan sembari menghabiskan makanan mereka sebelum menuju ke tempat kerja masing-masing. Lima tahun berlalu, banyak hal yang telah berubah. Lee Joo Heon yang semula bermimpi untuk menjadi atlet sepak bola nasional justru harus berakhir menjalani hidup sebagai seorang polisi yang bertugas di divisi patroli. Tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Joo Heon. Awalnya ia sangat yakin dengan impian masa mudanya. Namun ketika sebuah insiden terjadi padanya, dia harus merelakan impiannya itu dan membuat impian yang baru untuk tetap melanjutkan hidupnya. Bukan tanpa alasan Joo Heon meninggalkan klub sepak bola. Pemuda ini bahkan telah menjadi pemain andalan dalam klub sepak bola yang menaunginya. Namun karena sebuah kecelakaan, Joo Heon mencederai kakinya. Cukup fatal hingga pada akhirnya dokter mengatakan bahwa dia tidak lagi bisa kembali ke lapangan untuk bertanding. Hati Joo Heon tentu saja sakit mendengar kabar itu. Namun tak ada yang bisa ia lakukan untuk kembali ke klub sepak bola. Dan di tahun selanjutnya, Joo Heon menemukan impian barunya. Dia belajar dengan lebih rajin untuk bisa mengikutu ujian masuk kepolisian. Dan semua berjalan dengan mudah. Terhitung satu tahun Joo Heon telah melayani masyarakat. Bekerja di divisi patroli yang harus berlarian ke sana kemari. Menangani kasus-kasus sepele yang terkadang cukup konyol namun juga sangat melelahkan. Meski tidak bisa mewujudkan impiannya sebagai seorang atlet, namun Joo Heon tidak menyia-nyiakan bakat yang ia miliki. Berkat ketangkasannya di lapangan, pemuda ini selalu datang ke TKP lebih cepat dari rekan-rekannya. Sementara Lee Hyun Woo. Pemuda itu kini berhasil menjadi seorang dokter. Dan yang paling penting, Nyonya Lee tak lagi bekerja karena kedua putranya telah memiliki penghasilan tetap. Nyonya Lee benar-benar menjadi seorang ibu rumah tangga yang juga mengurus toko bunga yang juga berada di komplek perumahan yang mereka tempati. Setelah lima tahun berlalu, perekonomian keluarga ini jauh lebih baik. Lalu, apa yang terjadi dengan Im Chang Kyun? Apa yang dilakukan oleh mantan pemuda buta itu setelah lima tahun berlalu? #BLIND#
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD