Bab 109 KEDATANGAN AYAH TABAH

1095 Words

“Tidak bisakah Ayah bersuara pelan! Bagaimanapun juga ini adalah rumahku dan aku tidak suka mendengar Ayah berteriak!” ucap Tabah. Mata Ayah Tabah melotot, ia tidak suka dengan apa yang barusan dikatakan oleh Tabah. “Kenapa? Apakah kamu takut, kalau wanita itu mendengar suara Ayah dan menjadi tersinggung? Begitu pedulinya kau dengan perasaan wanita itu, tetapi mengabaikan perasaan Clara!” Bentak Ayah Tabah semakin emosi. Tabah menyisir rambutnya dengan kedua tangannya, sehingga menjadi berantakkan. Seandainya saja ia bisa dengan mudah memberikan penjelasan kepada Ayahnya, tetapi semua tidaklah mudah. Dirinya sedang dalam kondisi yang tidak ingin berdebat, serta memberikan penjelasan. Namun, ia tidak mau Ayahnya menjadi salah faham, karena ia berharap Ayahnya bisa menjadi sekutunya u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD