“Apa yang kau lakukan? Bagaimana kau bisa masuk kamarku begitu saja? Siapa yang memperbolehkanmu?” Berondong Tabah dengan pertanyaan. Didorongnya wanita itu dengan kasar, sehingga pelukannya terlepas dari badannya, melalui matanya Tabah dapat melihat, kalau Clara sudah keluar dari kamarnya dengan ekspresi wajah kecewa. Tabah dengan cepat keluar dari kamar dilihatnya Clara berjalan menuruni tangga dengan tergesa-gesa. “Tunggu, Cla! Aku dan kamu masih belum selesai!” Seru Tabah. Namun, langkah Tabah terhenti, karena wanita yang baru datang tadi tidak melepaskan Tabah begitu saja. “Kenapa kau mengejar wanita itu? Dia pembantu di rumah ini bukan?” Wanita itu memandang Tabah dengan raut wajah marah. Tabah melihat wanita itu dengan geram. “Aku tidak mengundangmu untuk datang ke rumahku, ap

