“Kau tidak akan menolaku, ‘kan Cla? Aku janji tidak akan membuatmu merasa sakit.” Bisik Tabah lembut membujuk Clara. Clara bagaikan terhipnotis dengan tatapan mata Tabah, juga suaranya yang serak membuat Clara menganggukkan kepala menyetujui permintaan Tabah. Binar bahagia tampak di wajah dan mata T abah mendengarnya. Dengan cepat diangkatnya Clara, lalu ia baringkan di atas tempat tidur. Dengan sangat pelan, tanpa memutuskan kontak mata dengan Clara, Tabah melepaskan semua pakaian gadis itu. Setelahnya Tabah beranjak menjauh dari badan Clara. Ia melepaskan pakaiannya sendiri, setelahnya ia dan Clara pun untuk pertama kalinya mengesahkan hubungan mereka sebagai suami istri. Setelah selesai, Tabah mencium bibir dan kening Clara, kemudian ia menggulingkan badannya ke samping badan Cla

