“Tentu saja kami tidak akan ikut campur dalam urusan rumah tangga kalian! Kami hanya akan memberikan nasihat, kalau kalian memerlukannya,” ucap Ayah Clara. Setelah tercapainya kesepakatan, ibu Clara dan Tabah akan segera mengatur rencana pernikahan Clara dan Tabah. Ibu Clara berharap mereka bisa menyelenggarakan pesta yang meriah untuk pernikahan keduanya. Mengingat Tabah dan Clara merupakan anak tunggal. Beberapa jam, kemudian Clara dan Tabah mengantarkan kepergian orang tua mereka sampai pintu. Keduanya menarik napas lega begitu pintu tertutup dan hanya ada mereka berdua saja. “Aku heran, ke mana tamu wanitamu tadi malam? Mengapa ia tidak terlihat?” Tanya Clara, sambil mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan. “Tidak usah dipikirkan! Dia sadar diri, kalau kehadirannya tidak di

