“Cepat, buka pintunya, Pak! Jangan dengarkan apa kata suami saya!” Perintah Clara dengan panik. Sayang sekali penjaga keamanan itu, sepertinya lebih mendengarkan apa yang dikatakan oleh Tabah, daripada Clara yang baru saja dinikahi bosnya. Dengan cepat Clara menyambar kunci yang terselip di pinggang pria itu. Dimasukkannya ke rumah kunci itu, lalu digunakannya untuk membuka pintu gerbang. Clara merasa lega, ketika dirinya berhasil keluar dari pintu gerbang rumah Tabah. Ia berlari tanpa tahu arah yang ditujunya, ia hanya menginginkan untuk pergi jauh dari pria yang telah menyakiti hatinya. Dikeluarkannya ponsel dari dalam tas yang disandang di pundaknya. Namun, Clara menjadi kebingungan siapa yang akan dihubunginya, Tidak sanggup ia, kalau harus menghubungi orang tuanya. Mereka akan be

