“Tolong, serahkan telepon itu kepada sopir saya!” Perintah Tabah kepada dokter yang berada di ujung sambungan telepon. Tabah dapat mendengar suara percakapan antara dokter dan sopirnya, kemudian ia mendengar suara sopirnyalah yang berbicara. “Ada apa, Tuan?” Tanya sopir Tabah. “Joko, aku mau kamu yang menandatangani berkas yang diminta oleh dokter menggantikan diriku. Sebentar lagi aku akan segera sampai di rumah sakit!” Perintah Tabah. Joko tertegun, ia merasa bimbang untuk memenuhi permintaan dari tuannya. Namun, ia juga tidak mungkin menolak, karena seperti yang didengarnya tadi, kalau nyawa Nyonya Clara berada dalam bahaya. “Kenapa kamu diam saja, Joko?” Tanya Tabah dengan tidak sabaran. “Baik, Tuan! Saya akan melakukannya!” sahut Joko mantap. Sambungan telepon pun ditutup Tabah

