Bukan karena ingin pergi bersama Charles hari ini, Cinta sengaja merapikan penampilannya hari ini tapi alasannya hanya karena ia ingin tampil menawan malam ini untuk menyenangkan dirinya sendiri!
Ia melulur sendiri tubuhnya dengan lulur s**u bercampur madu. Ia menyiapkan air hangat yang bercampur dengan s**u dan juga tetesan aroma terapi yang menenangkan. Ia berendam dalam bath tubnya lebih kurang setengah jam-man dan merasa sangat puas karenanya.
Ia memilih mengenakan gaun terbaiknya. Ia memoles wajah polosnya dengan make up dan mengoleskan warna-warna soft pada mata dan pipinya. Sudah lama ia tidak merias dirinya secara benar sebagai seorang wanita, ia menghela napas panjang kemudian melanjutkan merias wajahnya lagi.
Seharusnya untuk penampilan malam hari, ia harus mengoleskan lipstik berwarna merah hati yang memikat tapi ia berencana untuk menampilkan penampilannya yang lembut malam ini karena ia tidak berencana mengundang Charles masuk ke dalam apartementnya! Atau iya? tanyanya dalam hati ketika melihat penampilannya di kaca cermin. Ia tidak tahu apakah hatinya sudah siap menerima kehadiran seorang pria dalam hidupnya lagi.
Cinta menepis pikirannya yang terlampau jauh, belum tentu juga kencan butanya malam ini cocok dengan kepribadiannya. Cinta menggeleng-gelengkan kepalanya menyadarkan dirinya sendiri atas pemikiran konyolnya itu.
“Nyonya Machunn, selamat datang kembali,“ desah Cinta dengan sedih sambil memandangi bayangan dirinya di kaca cermin.
Selama menikah dengan billioner Daniel Machunn, Cinta diharuskan membawa dirinya selalu tampil sempurna di setiap saat. Hanya pada saat larut malam saja, oleskan make up bisa terbebas dari wajahnya.
Walau terkadang sangat melelahkan tapi karena rasa cintanya terhadap suaminya, Cinta tidak menganggap hal itu sebagai kewajiban melainkan sebagai gaya hidup sebagai pendamping bagi suaminya yang gagah perkasa juga berpenampilan menawan.
Daniel selalu mengagungkan kecantikannya dan lama-lama Cinta Lairence Machunn merasa seperti barang pajangan yang selalu dipamerkan Daniel kepada relasi-relasinya.
Daniel selalu bangga dengan kecantikan wajah dan tubuh istrinya itu tapi sayangnya lama kelamaan, ia berubah menjadi sosok yang temperamental dan terlalu posesif terhadap Cinta.
Ada saja pertengkaran yang terpicu karena Daniel tidak senang melihat rekan-rekan Daniel bersikap sopan dengan menyapa dan mengajaknya berbicara.
Ia tidak tahu lagi harus berkata apa untuk mengelak dari ajakan sopan mereka untuk mengajaknya berbicara.
Kelembutan Daniel dalam bercinta dengannya berubah jadi kasar dan ia hanya menjadikan Cinta sebagai pemuas napsunya saja setiap saat setelah mereka bertengkar. Ia tidak mau mendengarkan penolakan Cinta dan memaksa Cinta untuk memenuhi hasrat seksnya.
Cinta merasa harga dirinya sudah jatuh ke titik terendah karena membiarkan Daniel melakukan hal itu kepadanya. Tapi semua karena perasaan cintanya kepada Daniel. Ia hanya bisa menerima dan membujuk Daniel untuk berubah seperti dulu lagi. Tapi semua bujukannya di sambut kasar oleh Daniel.
Daniel tidak perduli lagi dengan kesedihan yang di alami Cinta atas sikap dan perilakunya.
8 tahun lamanya, Cinta mencoba bersabar dan karena kekasaran Daniel saat bercinta dengannya membuat Cinta harus kehilangan bayi dalam kandungannya.
Ia keguguran padahal Dokternya sudah memperingatkan mereka untuk tidak melakukan hubungan intim dulu sebelum bayi menginjak usia 16 minggu dan saat Cinta menolak permintaan Daniel, Daniel menjadi satu sosok yang menyeramkan saat itu.
Tangisan sedih Cinta berubah duka saat melihat darah segar mulai menjalar menuruni kakinya. Sebelum sampai ke rumah sakit, janinnya telah keluar dengan sendirinya dari rahimnya!
Bila mengenang hal itu, Cinta sangat menyayangkan ketakutannya selama ini mengapa ia tidak meminta cerai saat ia masih mengandung, paling tidak usahanya untuk menjadi wanita sempurna tidak akan tertunda lagi dan sekarang ia harus mencari pria yang tepat untuk menjadi ayah pilihan bagi calon bayinya sudah tidak pernah lagi terlintas dipikirannya.
Tapi sayangnya trauma masa lalunya mengajarkan dia agar jangan sampai terulang lagi dalam hidupnya untuk itulah ia menolak memulai hubungan yang baru.
Saat ini ia sangat menikmati pekerjaan barunya yaitu sebagai penulis novel roman. Dia lebih suka menghabiskan waktu untuk menulis di apartementnya yang baru tanpa suka diganggu oleh siapapun juga.
Ia mengurus segala sesuatunya melalui telepon dan fax agar ia tidak perlu keluar rumah.
Ia menghela napas panjang sebelum mengenakan sandal sepatu hak tingginya lalu memekik kaget karena melihat bayangan Patrick berdiri tampak syok dibelakangnya.
“Kau mengagetkanku!" pekik Cinta sambil memegangi dadanya. "Seingatku aku sudah menutup jendelaku.“
“Tapi kau tidak menguncinya.“
“Aku minta maaf Patrick tapi hari ini aku tidak memasak apapun. Bukankah aku sudah mengatakan tentang kencan butaku hari ini?“
“Aku hanya ingin memastikan segalanya berjalan lancar.“
“Well, terima kasih untuk perhatianmu,“ sahut Cinta sambil tersenyum manis.
Jantung Patrick serasa mau copot melihat senyuman manis Cinta. Patrick tahu Cinta sangat cantik tapi melihatnya berubah seperti ini, Patrick kehabisan kata-kata untuk menggambarkan kecantikan Cinta dan ia berusaha untuk menekan dalam-dalam perasaan kagumnya itu.
“Bagaimana menurutmu?“ tanya Cinta sambil memutar tubuhnya yang indah berlekuk dengan balutan gaun perak yang lembut.
“Lumayanlah,“ jawab Patrick sekedarnya lalu duduk dengan santai di atas tempat tidur Cinta.
“Lumayan? Hmm, menarik …“ sahut Cinta kemudian mengedipkan matanya dengan genit. “Bagaimana dengan sekarang?“ goda Cinta sambil mendekati Patrick dengan gemulai dan tingkah yang menggoda.
Patrick menekan jemari tangannya kuat-kuat lalu mengangkat bahunya tidak berselera.
Cinta tersenyum puas. “Sempurna!“ pekiknya senang.
“Apa maksudmu?“ tanya Patrick dengan bingung mendengar tanggapan Cinta. Bukannya seharusnya ia tersinggung mendengar tanggapannya.
“Kalau kau tidak merasa penampilanku ini menggoda berarti hal yang sama akan dirasakan Charles padaku dan besok aku akan menekan Anna agar menjauhkan pria-pria lain untuk disondorkan kepadaku!“
“Apa maksudmu pria-pria lain?Maksudmu kau berniat untuk serius berkencan lagi!?“ tanya Patrick dengan panik.
“Bukannya aku tapi Anna! Dia selalu memaksaku untuk menemui pria selain kau tentu saja.“
“Selain aku? Apa maksudmu aku merasa ada hal yang tersembunyi dari kata-katamu barusan?“
“Itu …, sudahlah tidak usah di bahas."
Terdengar suara bel pintu. "Itu mungkin Charles, aku pergi dulu yah.“ Cinta bergegas beranjak meninggalkan Patrick.
Patrick berlari cepat mengintai kencan buta Cinta. Ia akan merasa sedikit lega bila mendapati kencan butanya Cinta jauh di bawah standarnya tapi ternyata Patrick harus menelan pil pahit karena kencan buta Cinta sungguh sangat menawan.
Tubuhnya tinggi tegap dengan balutan jas formal berwarna hitam tidak bercacat dan tampak bermerk mahal. Wajahnya jauh di atas rata-rata dan saat ini ia sedang tersenyum dan menyondorkan serangkaian mawar merah ke arah Cinta. Dan yang lebih menyebalkan, Cinta tampaknya menyukai Charles! erang Patrick sambil menembak dirinya sendiri pakai jemari tangannya dan menjatuhkan diri di ranjang Cinta.