Gara yang tak tega membangunkan arra pada akhirnya memilih untuk memindahkan arra ke dalam kamarnya, dan kemudian setelah itu gara memutuskan untuk keluar dari kamar arra. Barusaja ia memegang knop pintu kamar dan membukanya tepat di depan nya saat ini sudah berdiri dengan tegap pawira yang memperlihatkan sorot mata yang penuh dengan tanya. Tak ada kata apapun yang pawira utarakan saat ini, namun entah mengapa gara merasa jika pawira ingin berbicara dengan dirinya. “ikut dengan ku!” gara mengajak pawira untuk mengikutinya, kini mereka telah sampai tepat di depan ruangan yang sering di buat gara mengerjakan tugas dari kantor. Gara segera membukakan pintu ruangan tersebut dan mempersilahkan pawira untuk memasukinya, setelah itu gara kembali menutup pintu lalu mengarahkan pandangan nya pa

