Gara dan juga arra masih tetap membisu satu sama lainnya karena sesuatu yang baru saja terjafi kepada mereka berdua sebab perilaku kalingga yang dengan sengaja sudah menjebak gara melalui arra.
Bahkan shyam pun juga ikut bungkam tanpa adanya sepatah katapun yang ia lontarkan dari bibirnya , ia sendiri juga merasakan adanya hal aneh antara gara dan juga arra.
Namun shyam sendiri tak juga ingin mencampuri urusan gara soal perasaan nya , sebab shyam sendiri juga begitu yakin jika gara sendiri sudah mengingat bagaimana kisah nya dulu bersama inara yang saat ini menjelma menjadi arra.
Dan kini tepat dimana sekarang mereka sampai di depan rumah gara dan bergegas untuk dari mobil milik gara.
“ Masuklah dulu , raa.
Aku masih ada utusan dengan shyam. “
Perintah gara yang seketika langsung di turuti oleh arra ,
Dan shyam pun hanya melayangkan senyuman nya saja setelah mendengar perkataan gara.
Tak selang lama gara mempersilahkan shyam untuk mengikuti dirinya kearah halaman belakang rumah nya.
Tanpa mereka sadari ternyata arra masih memandang mereka yang srmakin lama semakin menjauh dari pandangan arra saat ini.
“ Apa yang kalian bicarakan?
Apakah gara sudah mengingat semuanya?
Dan apakah ia juga sudah mengingat siapa aku sebenarnya? “
Gumam arra yang tanpa sadar sudah meneteskan air matanya sendiri.
*
Shyam yang tadinya ingin sekali mengatakan sesuatu kepada gara kini malah membuat sang empunya serasa terpanggil untuk menanyakan sesuatu yang masih berputar dalam otaknya ,
Namun kini shyam pun hanya menunggu saja untuk setiap pertanyaan apa saja yang akan di tanyakan gara kepadanya.
Terbesit beberapa pertanyaan dalam otak shyam saat ini untuk merangkai jawaban atas pertanyaan yang akan di tanyakan oleh gara , walaupun sebenarnya shyam belum sama sekali tau tentang itu.
Gara membawa shyam untuk duduk di bawah pohon rindang yang tak jauh dari rumahnya sekarang dan kemudian setelah itu terlihat gara yang hanya melihat lurus ke arah pandangan netranya membuat shyam yang ada di samping nya pun merasa ada sesuatu yang sudah terjadi tanpa dirinya ketahui.
“ Apa ada yang salah , gaa? “
Gara seketika menggeleng dengan tatapan yang masih terlihat menatap lurus ke depan.
Tak ada jawaban sama sekali dari gara dan shyam sendiri masih menunggu gara untuk membuka suaranya dan menjelaskan atas apa yang sudah terjadi kepadanya.
“ gaa... “
“ Kalingga berkata jika kembalinya sanggara adalah suatu hal yang akan membahayakan orang yang selama ini sudah berjuang menunggunya.
Tapi kalingga sama sekali tak menjelaskan siapa orang tersebut. “
Jelas gara yang seketika membuat shyam terlihat begitu sangat terkejut atas apa yang baru saja di katakan oleh teman nya itu ,
Salah satu pikiran nya ternyata memang lah benar yang dimana kalingga sudah bersengaja untuk mencuci otak gara dengan perkataan-perkataan yang membuat nya untuk berpikir lagi dan lagi atas kembalinya segala kekuatannya.
“ Kau percaya dengan perkataan kalingga? “
Gara menggeleng ,
Namun shyam masih mampu melihat adanya keraguan di dalam sorot matanya.
“ jika memang kau tak mempercayainya itu lebih bagus.
Tapi semuanya pun kembali lagi kepadamu , gaa.
Dan Bagaimana bisa kembalinya dirimu akan membuat orang yang menunggu mu terluka sedangkan kau sendiri saja belum tau hal apa yang akan membahayakan orang tersebut.
Dan juga , apakah kau sudah tau siapa orang yang di maksud oleh kalingga? “
Ujar shyam panjang lebar yang mencoba memberikan gara sedikit pandangan agar ia bisa berpikir kembali dengan apa yang sudah ia katakan tadi.
Gara pun juga menyadari jika apa yang di katakan shyam ada benarnya , mungkin ketika itu kalingga hanya menggertaknya saja.
Agar ia bisa terpengaruh atas apa yang di katakan oleh kalingga yang seketika mampu membuat suatu alibi untuk kegundahan hatinya sendiri.
Bibirnya nampak sangat kelu dan enggan berkata lebih dari pada apa yang sudah ia ucapkan kepada shyam tadi , namun berbeda dengan pikiran nya yang masih tak bisa berpikir jernih dengan nama yang di sebut oleh kalingga.
Nama seseorang yang akan kehilangan segala kehidupan nya jika sosok sanggara sudah mendapatkan kembali jati dirinya kembali.
Seseorang yang begitu sangat di cintainya , inarra.
Dan gara pun menghembuskan nafas panjangnya lalu sejenak memejamkan kelopak matanya sambil mendongakkan wajahnya keatas.
Ia seperti sedang menatap langit dengan netranya yang masih terpejam , hingga membuat shyam menepuk pelan pundaknya seraya untuk menguatkan dirinya lagi.
“ tidak usah terlalu kau pikir , gaa.
Entah itu arra ataupun uraga , mereka akan tetap baik-baik saja hidup bersama mu.
Dan kau pun juga akan segera bisa menjadikan arra sebagai pasangan yang setara dengan dirimu. “
Jelas shyam yang sedikitnya mengerti dengan apa yang berputar di dalam pikiran gara , walaupun gara tak menceritakan semuanya kepada shyam tapi ia sangat memahami bagaimana kegundah gulanaan perasaan gara.
Shyam kembali tersenyum lalu beranjak dari posisinya sekarang.
“ pikirkan lah bagaimana cara nya untuk bisa mendapatkan kembali jimat tersebut , sebab aku sama sekali tak bisa melacak keberadaan nya. “
“ Masuklah lalu istirahatlah , tubuh mu sudah tak seperti manusia pada umumnya gaa dan pastinya kau akan sering merasa kelelahan akibat dari kekuatan mu yang semakin memulih. “
Kata shyam to the poin dan tanpa basa-basi lagi pun ia langsung bergegas pergi dari hadapan gara dengan secepat kilat tanpa meninggalkan bayangan apa-apa lagi untuk gara.
“ bukan kah hal mudah untuk mengatakan nya , shyam.
Lalu apakah aku bisa melihat kejadian yang sudah di jabarkan oleh kalingga.
Haruskah aku melihat untuk kedua kalinya orang yang aku cintai terluka. “
Gumam gara yang seketika kembali menghela nafas panjangnya dan segera bergegas untuk masuk ke dalam rumah nya untuk menemui kekasih hatinya yang sudah begitu ia rindukan ,
Tapi gara masih merasa bingung apakah nantinya tidak akan merasa canggung jika ia langsung mengatakan jika dirinya begitu rindu kepada arra dengan alasan jika ia sudah sepenuhnya kembali mengingat masa lalunya.
Di setiap langkahnya gara terus saja bergumam dalam pikirannya sendiri , akan kah ia bisa mengatakan yang sejujurnya kepada arra.
Entahlah , rasanya begitu sangat berat sekali dadanya untuk sekedar memikirkan hal yang sangat mudah untuk ia utarakan tanpa harus merasa takut untuk apa yang akan terjadi pada keesokan harinya.
*
Disisi lain nya edward dan juga luna sudah memasuki halaman panjang dan megah rumah edward , namun edward masih enggan membangungkan luna lebih tepatnya untuk menyadarkan nya kembali setelah apa yang sudah menimpanya.
Sudah hampir sepuluh menit edward menunggu dan setelah nya terlihat luna yang sedikit menggeliatkan tubuh nya seperti khas orang yang baru saja terbangun dari tidurnya.
“ Nyenyak tidurnya? “
Gumam edward sontak menyadarkan luna ,
Dan betapa terkejutnya luna ketika mengetahui dimana dirinya kini berada dengan keadaan yang sangat sulit untuk di artikan.
Bahkan tanpa sadar pun luna langsung mengusap kedua sudut bibirnya seketika karena ia takut jika terdapat air liur yang jatuh ketika ia sedang tertidur.
Sebab di ingatan nya saat ini ia baru saja bermimpi indah bersama edward.
“ maaf pak ,
Aku gak sengaja. “
“ Hah , di ulangin lagi.
Terserah kamu aja lah , lun.
Capek saya. “
Rajuk edward kemudian melangkahkan kakinya turun dari mobil hingga membuat luna pun merasa kebingungan atas apa yang di katakan oleh edward.
Dan dengan kelabakan luna pun mencoba melepas seatbelt yang masih terpasang lalu kemudian ia segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah untuk menyusul edward yang sudah terlebih dulu memasuki rumah besar itu.
“ Edward ,
Akhirnya aku menemukan mu.
Dan betapa mengejutkan nya lagi dimana kini kau bersama seorang manusia keturunan serigala. “
Pungkas sosok yang sama sekali tak terdeteksi oleh edward ,
Sosok yang sudah sejak lama memandangi kedatangan edward dan juga luna.
Perempuan yang sudah beberapa tahun di cari oleh golongan siluman serigala untuk suatu persembahan di malam bulan purnama.
*