Kisah Sanggara - 56

1241 Words
Setelah melakukan makan siang bersama  Edward meminta luna untuk mengajak arra berjalan-jalan di sekitar halaman rumahnya. Sebab saat ini edward sendiri ingin melakukan sesuatu hal dengan gara dan mencari tahu siluman serigala mana yang sudah mengetahui keberadaan luna saat ini. Rasanya sudah begitu sangat akrab antara luna dan juga arra sekarang ini , dan kini pun mereka sedang bersendau gurau di taman belakang rumah edward. Dan seketika dari arah hutan yang tak jaug dari tempat mereka berada , arra merasakan adanya aura yang sangat panas dari arah tersebut. Namun arra sama sekali tak tau apa yang ada di dalam hutan tersebut , ia mendengar adanya suara erangan yang memanggil nama luna dan betapa terkejutnya arra ketika mendapati luna yang sudah nampak seperti orang yang kehilangan kesadaran nya. Arra mengocakkan tubuh luna agar membaut luna bisa segera sadar dari lamunannya tapi apa yang di lakukan arra sama sekali tak berhasil membuat luna tersadar dan kini malah luna berjalan menuju hutan namun dengan pandangan lurus tanpa mempunyai arah tujuan. Dengan segera arra pun berteriak sekuat mungkin agar gara dan edward bisa mendengar nya tanpa harus meninggalkan luna yang terus berjalan tanpa pandangan yang teralihkan sama sekali. “ gara... Tolonggg... “ Teriak arra berkali-kali hingga tak selang lama antara gara dan edward pun mendatangi mereka , tatapan  mereka pun sama seperti awal arra yang melihat luna. Keterkejutan mereka sama sekali tak bisa tergeming lagi , gara berlari dan kemudian menekan kening luna tepat pada tengah kening luna gara menekan nya hingga membuat sang empunya berteriak kesakitan atas apa yang di lakukan gara kepadanya. “ kenapa luna bisa begini raa? “ Tanya edward kepada arra yang sedari tadi berada di samping luna. “ Aku mendengar seperti ada suara erangan dari arah hutan. Dan erangan itu sangat begitu jelas jika menggemakan nama luna. “ Jelas arra yang juga terlihat begitu sangat kecapekan setelah mengejar luna yang berjalan begitu cepat dari manusia biasanya. “ Apakah itu sosok yang sama gaa? “ Gara hanya menghela nafas panjangnya lalu perlahan menghembuskan nya , ia menekan kembali kening luna namun sang empunya sama sekali tak bertetiak lagi seperti tadi. “ apa ada hal lain lagi raa selain apa yang kamu dengar? “ Tanya gara dan melepas tangan nya yang menempel pada kening luna , dan arra sendiri hanya menggeleng untuk menjawab pertanyaan dari gara. “ sebaiknya bos bawa luna ke dalam kamar dulu. “ Timpa gara lagi dan kemudian terlihat edward yang mencoba menggendong luna dengan ala bridal untuk menuju ke kamarnya. “ Kamu juga masuk ya raa. “ “ Iya gaa , Kamu hati-hati ya gaa. “ Kemudian arra pun segera mengikuti edward dari arah belakang namun ada perasaan yang tak begitu enak sekali di dalam hati arra saat ini yang selalu membuat nya membalikkan pandangan nya kearah gara yang masih terlihat berada di tempat yang sama. Dan kini gara sendiri masih mencoba menelusuri beberapa pertanda yang ia dapatkan dari penglihatan nya yang ia gunakan untuk menembus lapisan yang ternyata sudah terpasang secara sempurna oleh sosok yang kini memang sedang mengincar keberadaan luna. Gara sama sekali tak paham untuk apa mereka mengejar luna dan jika memang luna akan di jadikan persembahan seperti apa yang di katakan oleh edwrad , bukan kah itu adalah hal yang tidak bisa siluman serigala lakukan tanpa adanya persetujuan dari pemberi aliran darah itu sendiri dari orang yang menjadi titisan serigala saat ini seperti luna. Insting nya berjalan pada sesuatu yang sedang bertahan di balik pohon di dalam hutan , sorot tatapan mata hitamnya mampu tertembus oleh gara. Dan seketika gara mampu menarik sosok yang sedang bersembunyi tersebut lalu membawanya tepat di depan nya , sorot mata tajam gara menatap nyalang netra sosok yang baru saja ia tarik dan juga saat ini gara masih menekan kan telapak tangan nya melingkar pada leher sosok tersebut. “ Sangat tidak beruntung bukan. Jika aku menyerahkan mu kepada edward. Kira-kira apa yang akan di lakukan edward kepadamu setelah ia tahu jika kau sudah membuntuti dia dan membahayakan perempuan yang saat ini sedang ada bersamanya. Bukan kah itu sangat menentang peraturan siluman serigala. “ Ujar gara dengan menunjukkan smrik yang begitu sangat menantang sekali , dan gara pun dapat melihat jika sosok yang ada di depan nya saat ini sedang merasa tak kuasa menahan kesakitan yang sudah di salurkan oleh gara saat ini. “ siapa kau? Berani nya mengganggu urusan ku. “ “ Hahahaha... “ “ Kau yakin ingin tau siapa aku , hah.. “ “ Tentu saja. Dan aku kira kau tak sebanding dengan ku. “ Gertak nya. “ Baiklah jika itu mau mu. “ Pungkas gara yang seketika melepaskan genggaman nya dengan melempar sosok itu ke udara hingga menampakkan hal yang mengejutkan ketika sosok itu mulai turun kearah gara lagi. Betapa terkejutnya ia ketika melihat siapa sebenarnya orang yang baru saja di tantang nya tadi , apakah ia akan sanggup melawan sosok yang selama ini menjadi sebuah perbincangan hebat di alam serigala. Sosok yang akan merubah seluruh kehidupan dunia dan juga alam siluman serta khayangan , sosok pertama dan terakhir yang memiliki mustika keabadian dari dewa langit. Warna nya yang putih bagai air surga yang suci seakan memancanrkan cahaya yang sangat begitu indah , namun cahaya itu terlihat sangat mematikan bagi siluman yang menentangnya. Rasanya ingin sekali Sosok itu terhenti dari pergerakan nya , namun sayang  kekuatan nya sama sekali tak berpengaruh untuk gara sebab gara saat ini sedang menariknya dengan begitu cepat setelah melemparnya tinggi dengan tempo yang sedikit melambat. Smrik gara masih tersemat di dalam kedua sudut bibirnya saat ini , dan cahaya yang di keluarkan gara saat ini pun begitu terasa tajam sekali hingga membuat edward menyadari jika gara sedang mengeluarkan seperempat dari kekuatan dalamnya. Dan seketika edward pun memilih untuk keluar dari dalam rumahnya dan menuju kearah gara saat ini yang masih berada di belakang rumah nya. Namun jujur saja edward masih begitu heran dengan apa yang sedang di lakukan oleh gara , ia sama sekali tak menyangka jika saat ini gara sedang mempermainkan sosok yang sudah mengganggu ketentraman edward dan juga luna. Bagaimana pun juga edward dan luna adalah seseorang yang begitu baik untuk Gara lindungi dari hal yang sangat membahayakan mereka seperti saat ini. Edward sendiri masih enggan untuk segera mendekat kearah gara sekarang ini dan seketika ia mendapati segala jawaban tentang apa yang baru saja terjadi dengan gara. Tanpa adanya aba-aba ada sesuatu yang terjatuh dari atas langit dengan begitu kerasnya dan bahkan sampai membentuk pola yang bergelombang pada lempengan tanah halaman rumah edward tersebut. Dan saat ini betapa terkejutnya edward saat mendapati siapa yang sedang tersungkur di dalam lubang yang baru saja terbuat karena kekuatan gara itu. “ kynder. Kau.. “ Pungkas edward dengan nada yang begitu amat terkejut ketika mendapati sosok yang di panggilnya dengan nama kynder itu ada di hadapan matanya saat ini. Dan setelah nya terlihat gara yang berubah menjadi dirinya lagi ketika semuanya sudah terasa begitu netral tanpa adanya kekuatan yang ia keluarkan lagi. “ Kau mengenalnya? “ “ sangat , Dia adik tiri ku. Anak yang sama sekali tak di harapkan oleh ayahku. “ Ujar edward yang seketika merendahkan kynder di depan gara walaupun pada dasarnya gara sama sekali tak mengetahui bagaimana kisah hidup di balik cerita antara edward dan juga kynder adik tirinya itu. “ Edward... Kejayaan mu tak akan berlangsung lama. “ Gertak kynder dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan , seperti ada suatu kebencian yang begitu mendalam dari arah sorot matanya yang tak sanggup untuk di jelaskan dengan kata-kata. *
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD