“aku salah, lun. Dia sudah mengatakan yang sebenar-benarnya namun aku sama sekali tak mempercayainya.” “dia siapa?” “ibunda ku , lun.” *** Edward mengulang segala memori yang ada di dalam otaknya menjelajah setiap kenangan yang pernah mereka lalui bersama, apalagi ketika edward masih begitu kecil sekali dan masih harus berada di timangan sang ibundanya. Tetes demi tetes airmatanya seakan tak bisa menggantikan segala kesalahan nya yang sudah ia perbuat dengan menyalahkan ibunda nya atas perbuatan yang sama sekali tak pernah di lakukannya. Masa yang dimana terlihat begitu muda bagi edward dan juga yang dimana pemikirannya pun masih belum bisa mencakup segala persoalan yang ada, ia mampu terpropokatori aaron yang dimana ingin memiliki kuasa yang dj miliki oleh ayah edward dan juga ibun

