Luna melihat betapa bahagia nya dias yang sedang berbincang dengan rosella , dan edward pun juga tak merasakan hawa panas saat melihat mereka.
Ia masih sibuk membenarkan kancing lengan nya ,
Setelah terlepas edward menaikkan lengan kemeja nya hingga sampai batas siku nya.
Edward meminta luna untuk bergabung dengan rosella dan juga dias , dan ia pun berjalan kearah tempat makanan siap saji di sediakan.
“ kamu gak bantuin kakak ipar kamu dias. “
Pungkas rosella yang melihat edward dengan telatennya mengambil beberapa sayuran untuk luna tentunya.
Luna begitu terkejut saat mendapati rosella yang begitu dekat dengan adik nya itu dan bahkan dias pun langsung beranjak dari kursinya untuk menghampiri edward.
“ aku sama sekali gak memahami bagaimana jalan pikiran edward saat ini.
Bagaimana bisa ia memilih menikah dengan wanita seperti mu.
Bukan kah di luar sana masih banyak wanita yang lebih indah dari kamu. “
Pungkas rosella yang semakin membuat luna begitu geram.
“ jika kamu mau ,
Kamu bisa ambil edward kok.
Tanpa harus memaki ku. “
Gertak luna dengan penuh penekanan.
“ edward bukan lah pria gampangan yang bisa bergaul dengan perempuan manapun , bahkan aku yang sudah hampir menemani nya selama enam tahun belakangan ini saja masih belum bisa meluluhkan nafsunya , apalagi hatinya.
Dan saat aku melihat kamu yang ia katakan sebagai calon istrinya semakin membuat aku tak percaya jika selera edward begitu rendah. “
Timpa rosella lagi lalu memasukkan beberapa sayuran ke dalam mulutnya.
Luna hanya mampu terdiam dan berpikir jika perempuan yang duduk di samping kirinya itu sama sekali tak tau bahwa pernikahan mereka hanya sebatas kontrak saja.
Tapi luna sedikit kebingungan ,
Karena rosella mengatakan jika wanita secantik dan sesempurna dirinya saja sama sekali tak bisa mengambil hati edward.
Tapi mengapa edward bisa melakukan hal yang sangat membuat luna merasa tak nyaman ketika mengingat kejadian itu lagi.
Luna menjelajahi setiap inci bibirnya dengan beberapa jarinya dan ia pun teringat bagaimana edward melakukan sesuatu yang semakin membuat bibir luna berasa berkedut ringan.
“ kenapa? “
Tanya edward ketika sudah sampai di meja makan mereka.
Dan luna hanya menggeleng saja menanggapi ucapan edward yang menanyakan perilakunya.
“ makan lah dulu. “
Perintahnya dan kemudian dengan segera luna pun menyendokkan beberapa makanan untuk di lahapnya.
Ia masih tak bisa mengerti dengan sikap edward kepadanya ,
Apakah semua ini hanya jebakan saja karena edward tak suka dengan apa yang sudah di lakukan oleh luna.
Ataukah edward mau membuat luna merasakan hal yang sama karena kerugian yang sudah di tanggung perusahaan nya.
Entahlah ,
Luna saat ini hanya mampu menerima semua perlakuan edward , sebab edward sendiri sudah memberikan kehidupan baru untuk ayahnya.
Walaupun nantinya ia akan membohongi ayah nya namun bagi luna saat ini adalah kesehatan ayah nya yang terpenting.
Luna masih melahap makanan nya perlahan , ia sama sekali tak merasa nyaman dengan posisinya sekarang ini.
Di dalam pikiran nya hanya berputar bagaimana keadaan ayah nya saat ini , apakah ia akan baik-baik saja setelah melakukan operasinya itu.
Rasa gundah pun seperti tak mau pergi dari dalam hati luna.
“ kakak kenapa bengong? “
Tanya dias yang membuyarkan pandangan kosong luna ,
Dan luna sendiri hanya bergeleng dan memilih untuk melanjutkan acara makannya.
Tatapan edward pun begitu tajam melirik kearah luna ,
Ia tak tahu dengan apa yang di pikirkan luna saat ini , namun semenjak kejadian tadi luna seperti orang yang sama sekali tidak mau mengatakan sesuatu.
Tapi edward juga merasa bingung mengapa ia bisa segarang itu kepada luna , ia pikir jika dirinya tak pernah akan tertarik kepada perempuan.
Namun saat ini ,
Saat dimana edward melakukan hal yang sangat menakjubkan untuk dirinya sendiri , ia baru tersadar jika dia benarkah laki-laki normal.
Akhirnya edward menghentikan acara makannya lalu memilih menatap luna dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan.
“ oh ya edd ,
Apakah kamu bisa hadir pada rapat besok? “
Tanya rosella dan hanya di tanggapi anggukan oleh edward yang masih enggan memalingkan pandangan nya.
Perasaan rosella sangat begitu sakit saat mendapati pandangan netra edward sekarang , yang sepertinya tak mau berpaling dari keindahan yang ada di hadapannya.
“ aku kembali ke kamar dulu. “
Pamit rosella dengan nada yang sedikit menjengkelkan.
“ dias ke kamar mandi dulu ya kak. “
Sambung dias yang juga memilih untuk meninggalkan kedua pasangan yang mungkin sedang merasa canggung kepada orang sekitarnya.
Dan itu pun hanya sesuai pemikiran dias ,
Sebab dias hanya tau jika mereka akan menikah atas dasar cinta pada perasaan mereka.
Bukan karena adanya sebuah perjanjian hitam di atas putih.
Luna masih mencoba menikmati makanan yang ada di hadapannya dan tanpa tersadar tiba-tiba ia tersedak dengan makanan terakhir yang ia suapkan ke dalam mulut nya ,
Dengan segera edward memberikan nya minuman dan ia tak sama sekali memalingkan pandangan nya dari arah luna.
“ lun... “
“ iya pak.. “
“ jangan panggil pak , gak enak banget di panggil calon istri sendiri sama panggilan pak. “
Pungkas edward yang sontak membuat luna sedikit menyunggingkan senyumannya.
“ kamu mau ke rumah sakit sekarang atau mau istirahat dulu? “
Tanya edward.
“ ke rumah sakit aja.
Biar dias yang istirahat , kasian dia pasti capek. “
Edward hanya mengangguk dan menyenderkan punggung nya ada punggung kursi yang sedang di dudukinya itu.
Ia pun berpikir sejenak dan masih menatapkan pandangan nya kearah luna ,
Dan seketika ia pun juga menyunggingkan senyuman nya hingga membuat luna mengerutkan kening nya.
“ ke-kenapa? “
Edward hanya menggelengkan kepalanya.
Dan setelah itu edward mempersilahkan luna untuk berjalan lebih dulu di depan nya menuju ke arah parkiran mobilnya.
“ apa kamu juga gak punya rasa lelah lun , dan kenapa kamu hanya memikirkan orang lain daripada dirimu sendiri? “
Gumam edward dalam hatinya yang masih terus saja menyembunyikan senyuman nya di balik sikap gagahnya.
✿
✿
Gara memasuki ruangan nya dan menemukan jimmy yang sudah ada di
Kursi tamu yang ada di samping ruangan kerja nya.
Ia sedikit merasa bingung atas apa yang di lakukan teman nya sepagi ini di dalam ruangan kantornya.
Gara mengacuhkan jimmy dan melewatinya.
Ia menaruh tas kerja nya dan setelah itu gara langsung mendatanagi jimmy yang masih mengikuti tingkah gara dengan tatapannya.
“ pagi sekali anda. “
Sindir gara dan memilih duduk di samping jimmy.
“ aku masih kepikiran luna , gaa. “
Sahut jimmy.
“ kalian itu aneh , jika dekat saja selalu ada aja keributan.
Tapi baru saja di tinggal sehari sudah kebingungan.
Kenapa?
Kangen?
Atau jangan-jangan kamu... “
Kata gara yang kemudian di tangkis jimmy dengan alibinya sendiri.
“ apaan sih gaa ,
Aku ngerasa aneh aja sama luna.
Gak biasanya dia pergi tanpa pamit kayak sekarang.
Pasti kita akan tau dimana ia akan pergi.
Apalagi ini satu rumah perginya. “
Jelas jimmy dengan alibinya.
“ kalau memang kau menganggap luna adalah sahabat , dukunglah dia.
Apapun keputusan nya itu adalah hal yang terbaik untuk kehidupannya nanti.
Jadi , kita memang hanya bisa mendukungnya saja. “
Jawab gara menanggapi perkataan jimmy yang masih memikirkan kondisi luna sekarang ini.
“ seperti nya kamu tau sesuatu gaa. “
Ujar jimmy yang merasa jika saat ini gara memang sedang menyembunyikan tentang sesuatu yang ada kaitannya dengan keberadaan luna ,
Yang tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa adanya kabar kepada mereka.
“ bukan kah aku sudah bilang ,
Aku sama sekali tak tau tentang luna tapi kita sebagai sahabatnya paling tidak harus mendukung apapun yang menjadi keputusan nya.
Sebab hidup luna hanya luna sendiri yang bisa tau apa yang terbaik untuk dirinya sendiri.
Benar kan apa kataku,? “
Jimmy pun mengangguk ,
Karena ucapan gara memang ada benar nya jika apapun keputusan luna mereka sebagai sahabatnya hanya bisa mendukung nya.
Dan antara jimmy ataupun gara tidak akan bisa merubah semua keputusan dari luna.
“ oke lah gaa ,
Aku kembali dulu. “
Gara pun mengedipkan matanya sebagai isyarat jika ia mengiyakan apa yang baru saja di katakan oleh jimmy.
“ jimmy-jimmy ,
Sampai kapan kamu akan membohongi perasaan mu sendiri?
Kenapa harus berbohong , jika kamu ternyata begitu mencintai luna.
Dan kenapa harus kamu melimpahkan perasaan mu kepada perempuan lain. “
Ucap gara saat melihat jimmy yang berjalan di dalam lorong menuju kearah meja kerja nya yang mampu di lihat oleh gara.
✿
✿
Arra sedang membersihkan rumah gara ,
Dan di saat ia membersihkan ruangan yang hampir dekat dengan pintu belakang , ia merasa jika ada sosok yang terus mengintainya.
Dengan berani arra menghampiri ke tempat itu , tempat dimana terdapat beberapa tumpukkan buku yang berada di atas nakas meja.
Saat arra mendekat ,
Seketika terdengar ada sesuatu barang terjatuh dari arah dapur.
Dan arra segera berlari menuju kesana , namun ia masih tak menemukan apapun yang terjatuh disana.
Betapa terkejutnya arra saat mendapati sosok yang juga sangat ia kenal sedang berdiri di hadapan nya dengan menyunggingkan senyumannya.
“ lama tak bersua , inarra. “
Ujar sosok itu yang seketika membuat arra mundur beberapa langkah dari posisinya sekarang.
“ shyam... “ –
“ kenapa kamu kesini? “
Shyam hanya terkekeh saat mendapati peetanyaan arra yang juga sangat membuat nya tak bisa berkata-kata lagi.
“ bukan kah tujuan kita sama , anak muda yang tinggal bersama mu.
Anak muda yang terlahir kembali dari sosok terhebat yang memilih gugur demi cintanya.
Sanggara , hidup kembali di dalam diri anak muda itu kan. “
Pungkas shyam yang ternyata juga mengetahui siapa gara sebenarnya.
Arra sendiri masih tak bisa mengelaak kembali ,
Sebab arra juga sangat paham jika shyam dan beberapa sosok berjubah hitam itu masih mengincar gara.
Tapi arra sendiri tak menyangka ,
Jika shyam yang pernah di tolong oleh sanggara dan uraga malah berbalik ingin menyerang gara.
“ apa yang kamu inginkan dari sanggara. “
Getak arra tanpa rasa takut.
Dan shyam hanya tertawa terbahak-bahak.
“ apa yang aku ingin kan?
Kamu bertanya apa yang aku inginkan ,
Semua nya tahu inarra apa yang akan kita dapat jika kita bisa memiliki benda yang ada di dalam diri sanggara.
Kehidupan abadi.
Dan aku sendiri maaih selalu bertanya-tanya ,
Bagaimana cara mu bertahan dengan tubuh manusia mu hingga beberapa ribu tahun ini. “
Pungkas shyam yang semakin membuat arra merasa begitu bungkam ,
Ia seakan tak tau harus menjawab nya dengan alasan apalagi karena perkataan shyam yang seakan memang menjerumuskan nya untuk mengungkapkan sesuatu yang mungkin telah di curigai lama oleh shyam.
Arra mengambil banyak udara agar ia bisa merilekskan perasaan nya sendiri yang sudah sangat terasa menumpuk dengan banyaknya rahasia yang sudah ia simpan sendiri.
Kehidupan yang ia alami saat ini memang lah kehidupan yang sangat terbilang langka di alami oleh manusia biasa seperti dirinya.
Akankah arra bertahan dengan sikap shyam yang seperti menuntutnya untuk lebih mengungkapkan sesuatu yang bisa membuatnya bertahan selama ini ,
Dengan jarak beberapa puluh tahun ia harus selalu mengganti identitasnya sendiri agar ia bisa hidup dengan tenang tanpa adanya orang yang berpikir tentang kehidupan panjangnya.
◖Bersambung◗