Mereka pernah makan berdua. Namun baru kali ini dia benar-benar bisa menikmati waktu untuk memperhatikan Bastian tanpa kekhawatiran apapun. Setidaknya untuk sementara waktu. Dia melirik Bastian yang duduk sambil menikmati makanan. Sosoknya sangat elegan dan dingin bahkan cara dia makan saja begitu tenang dan anggun. Risya merasa seperti sedang menonton film perjamuan makan para bangsawan dan pangeran. Benar-benar legendaris! Dibanding dengan ketampanan Oscar dengan rambut coklat serta mata birunya, ketampanan pria di hadapannya ini cukup penuh aura kejam dan jantan. Alisnya yang hitam serta tatapan matanya yang tajam tak terbaca sudah cukup untuk membuat banyak wanita bermimpi buruk. Turun ke hidung dia melihat bibir itu sedang menyedot sup dari sendok membuat fikirannya segera melayang

