Sebuah ketukan membangunkan Risya dari tidur panjangnya. Ketika dia hendak bangkit, sebuah tangan besar memeluk pinggangnya dari belakang. Badan mereka menempel tanpa sehelai benangpun sampai ia bisa merasakan suhu tubuh pria di belakangnya. Risya segera sadar dan melompat kaget. Sepenuhnya lupa bahwa dia tidak mengenakan pakaian apapun. "Tidak!" Teriaknya histeris. Seketika nyeri hebat datang dari kakinya. Namun nyeri itu segera menyadarkannya tentang drama apa yang terjadi semalam. Ia melihat pria yang tidur dengan separuh wajah tertutup selimut. "Bastil!!!" Teriaknya histeris. Separuhnya panik namun separuh lagi mengandung kelegaan. Untung saja dia tidak tidur dengan pria tak dikenal. Teriakan Risya membangunkan Bastian yang masih mengantuk. Sementara ketukan lainnya yang ter

