Wajah Rea memucat. Jika itu tentang Risya, Bastian tidak pernah main-main. Arthur melihat suasana semakin tegang, jadi dia segera menengahi. "Sudah kubilang masuk dan duduklah. Kami akan menjelaskan pelan-pelan. Tidak ada gunanya berteriak di depan pintu. Itu tidak akan menyelesaikan masalah." bujuk Arthur. Bastian menggertakkan gigi dengan marah, dia masih membutuhkan keterangan di tempat kejadian dari kedua orang ini agar lebih mudah mengambil keputusan. Jadi dia menekan amarahnya dan melangkah masuk lalu duduk di sofa dengan canggung, Sementara Rea mengikutinya di belakang. Melihat Bastian masuk dan duduk, Arthur tidak lagi membuang-buang, waktu dia segera datang ke sofa dan duduk. "Dengarkan aku, Risya sudah hilang hampir tiga jam yang lalu." ujarnya pelan namun dengan jelas dapat

