Chapter 87

1301 Words

Risya mengambil daun besar lalu mengipasi diri dengan cepat. Dia terengah-engah. Wajahnya yang memerah tampak sangat mempesona dimata Bastian. "Bastil, Kenapa aku tiba-tiba kepanasan?" Ujarnya dengan ekspresi serius. Mata Bastian tidak pernah lepas dari gadis ini sejak tadi. Mereka duduk berhadapan di depan api unggun. Malam ini sangat dingin, kemungkinan sudah hampir pukul tiga pagi. "Apa kamu lapar?" tanya Bastian ketika melihat Risya masih bergerak dengan gelisah. Risya menggeleng. Dia duduk di atas sebuah bebatuan yang lebar sambil membuka dan mengipasi seluruh tubuhnya yang panas. Bastian meliriknya sejenak tiba-tiba dia menyadari sesuatu. Tampaknya itu adalah efek dari Cocktail tersebut. Dia segera mengeluarkan permen Mint dari sakunya dan melemparkan pada Risya. "Makan ini.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD