Risya sedang meringkuk di kasur dengan gelisah. Sebelum Bastian berhasil menerobos ke lantai dua ini, seorang pelayan mengantarkan minuman Cocktail padanya namun dia dengan tegas menolak. Pada hari pertama dia di sekap, pria yang bernama sandi itu hampir saja memperkosanya. Pria itu memaksa minum minuman yang sudah di beri obat perangsang namun Risya menolaknya. Untung saja seseorang menelpon tepat pada saat dia hendak merobek pakaian Risya malam itu. Entah apa isi pembicaraan itu Namun yang pasti setelah sandi menerima telepon itu dia mundur dengan kesal. Malam-malam setelah itu Sandy tidak berani mendekatinya lagi. Mereka hanya memastikan dia masih hidup dan tidak melarikan diri. Sejak itu Risya menolak makan dan minum kecuali setelah pelayan mencobanya terlebih dahulu. Awalnya Sandi

