“Seojin-ssi, tenanglah!” Ucap Wonhee yang kini menghadap ke arah Seojin dan menahan tubuh Seojin agar tidak kembali menghajar namja itu. Dan karena keributan tersebut, Ayah Wonhee serta Aera pun keluar dari dalam ruang istirahat keluarga dan melihat keadaan yang berantakan itu. Ayah Wonhee segera membungkuk kepada para tamu, dan Aera segera mengambil alih suasana dengan mempersilahkan mereka kembali menikmati makanan mereka, sementara Ayah Wonhee menoleh kepada Wonhee dan memberikan isyarat padanya untuk segera membawa Seojin keluar dari tempat pemakaman itu. Wonhee yang mengerti pun menganggukan kepalanya dan menarik tangan Seojin seraya berkata, “Kajja!” Sementara Seojin sendiri hanya mengikuti langkah Wonhee keluar dari tempat itu seraya masih menatapi namja tadi dengan sangat tajam

