“Tapi tahukah kau Wonhee-a?” Seojin menoleh menatap pada Wonhee yang terlihat berkaca-kaca mengetahui sang Eomma masih memanggilnya dengan sebutan itu dan bahkan mengaku selalu merindukannya. Wonhee menggelengkan kepalanya dengan pelan saat mendengar pertanyaan dari Seojin itu. Membuat Seojin kembali berucap, “Malaikat yang dia ceritakan itu adalah orang yang paling aku benci ketika aku mengetahui jika orang itu meninggalkannya seorang diri di hari tuanya. Bahkan membuangnya…” Wonhee terkejut ketika mendengar ucapan tersebut dan tanpa sadar meneteskan air matanya ketika mendengar kalimat selanjutnya yang Seojin ucapkan yang akhirnya membuatnya kembali merasa menyesal. “Sementara aku sangat merindukan Eomma ku yang bahkan tidak bisa lagi ku temui sejak umurku lima belas tahun.” Itulah u

