Sebuah Janji

1343 Words

“Amen!” Beep.. Beep... Beep... Seojin perlahan membuka kedua matanya dan merasakan jika saat ini dirinya sedang menggenggam sesuatu di tangannya. Ia pun menoleh ke samping dan melihat sebuah kepala yang sedang menunduk di sampingnya, dan menggenggam tangannya seraya tertidur... Ia kemudian menoleh ke arah samping yang lain dan tidak melihat apapun di sana selain jendela yang tertutup. ‘Apakah aku berhasil selamat? Ataukah aku berhasil kembali ke masa lalu?’ Itulah pertanyaan yang ada di dalam benaknya saat ini. Seojin, dengan sangat perlahan bangkit dari posisi terbaringnya dan duduk di atas ranjang rumah sakit yang sepertinya tidak asing baginya itu. Rumah sakit yang sama dengan rumah sakit di mana ia melompat tadi. Lagi-lagi Seojin merasa haus sehingga dirinya segera mengambil gela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD