Klarifikasi

1115 Words
Di sinilah Seojin berada, ia berdiri di hadapan sebuah lapangan kosong yang berada dua block dari sekolahnya. Ia berdiri di sana bersama Yeongju di sampingnya, tidak seperti apa yang di minta oleh Youngin untuk datang seorang diri ke sana. Youngin yang melihat Seojin datang bersama Yeongju pun merasa geram, ia terkekeh dan berdiri dari tempatnya duduk di atas sebuah kap mobil yang telah usang. Ia menghampiri Seojin dan Yeongju bersama teman-temannya dan membuang rokok yang di hisapnya ke sembarang arah. “Bukankah ku bilang untuk datang seorang diri? Lalu kenapa orang yang sering campur tangan ini ikut? Ah… Aku lupa bahwa dia adalah Jeju gaeibhaneun saramdeul!!” Ucap Youngin dengan penuh penekanan pada kata gaeibhaneun, yang akhirnya membuat Seojin dan Yeongju merasa emosi! *Jeju Gaeibhaneun Saramdeul Memiliki arti kalimat dari ‘Mereka yang sering turun tangan.’ Yang memiliki inti di dalam kata Gaeibhaneun atau Gaeibhada yang berarti campur tangan. Secara tidak langsung, turun tangan di sini adalah mencampuri urusan orang lain yang bahkan tidak ada hubungannya dengan dirinya. Seojin telah mengepalkan tangan kanannya dengan kuat, bersiap memukul orang di hadapannya itu kapanpun ia mau. Tetapi saat dirinya mengingat apa yang sebenarnya ingin ia lakukan di sini pun membuat dirinya mengurungkan niat itu, dan menghelakan napasnya dengan kencang. “Hyung! Kurasa kau salah paham tentang yeojamu itu!” Seojin berucap to the point pada Youngin, sehingga lawannya dan para segerombolannya itu menyipitkan mata mereka. Bingung karena Seojin sudah mengetahui itu bahkan sebelum ia mengatakannya. “Lihatlah? Apa Dia yang memberitahumu tentang ini?” Tanya Youngin yang bertanya pada Seojin dan memanggil kekasihnya sendiri dengan kata ‘Dia.’ Seojin menggelengkan kepalanya dengan pelan lalu memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana miliknya. “Aku memiliki banyak orang di bawahku hyung! Bukan hanya dirimu!” Ujar Seojin dengan entengnya. “Hh… Siapa? Anak campuran itu? Atau anak manja itu?” Tanya Youngin  yang menanyakan Sam dan Eunjoon yang tidak ada di tempat tersebut. Keduanya telah di mintai tolong oleh Seojin untuk memastikan bahwa tidak akan ada guru atau murid lainnya yang datang ke sana dan melihat kejadian itu. Jikapun ada, ia meminta keduanya untu segera memberitahu mereka agar mereka bisa kabur secepat mungkin dari tempat tersebut. “Kau salah paham tentang apa yang terjadi Jumat malam bulan Januari itu hyung!” Ucap Seojin lagi yang kini membuat Youngin menaikan sebelah alisnya ketika mendengar kata Januari. “Jadi maksudmu kau sudah mengencaninya dari bulan januari?!” Tanya Youngin dengan penuh emosi tanpa mendengarkan dulu penjelasan lebih lanjut dari Seojin yang lebih mengetahui hari apa dan apa maksudnya dengan bulan januari itu. “Tidak! Bulan januari adalah malam ketika aku mengantarkan yeojamu yang hampir saja di jambret pulang ke rumahnya. Dan jika yeojamu terbuka padamu, dia pasti menceritakan tentang hal ini padamu!” Ucap Seojin kembali, dan hal tersebut membuat Youngin terdiam. Benar seperti apa yang Seojin katakan, dirinya pernah mendengar sang yeoja yang melapor padanya bahwa dia hampir saja jadi korban penjambretan malam itu. Untunglah ada seseorang yang datang dan menyelamatkannya. Yeoja chingunya tidak mengatakan siapa orang tersebut karena dirinya pun tidak bertanya, tetapi ketika Seojin yang mengatakan hal tersebut akhirnya Youngin mulai ragu dengan informasi yang di berikan padanya mengenai yeoja chingunya bersama Seojin itu. Ia pun menoleh ke belakang, ke arah salah satu anggotanya yang memberikan foto-foto Seojin bersama yeoja chingunya kemarin. “Kapan kau mengambil fotonya?!” Tanya Youngin dengan suara yang sangat keras, terkesan membentak. Seojin dan Yeongju yang berada di hadapan mereka semua hanya terdiam dan melihat ke arah si anggota yang di tanyai. “I-itu… Aku menemukannya dari orang lain, sekitar bulan februari.” Ucapnya dengan terbata-bata karena takut seraya memberikan foto-foto di mana yeoja nya sedang jalan bersama Seojin. Youngin kembali mengambil foto-foto tersebut dan melihat ke arah tanggal yang berada di ujung bawah foto. Ia terdiam ketika mengetahui foto itu di ambil bulan januari, kemudian ia melihat tanggal tersebut dan membuka handphone nya untuk melihat hari apa itu. Youngin pun membanting foto-foto tersebut beserta handphone nya ke atas tanah ketika benar seperti apa yang Seojin katakan. Tanggal tersebut adalah hari jumat yang berarti Seojin mengatakan hal yang sebenarnya. Sedangkan dirinya mendapatkan informasi yang salah. Seojin tersenyum tipis melihat kemarahan yang Youngin tujukan pada anak buahnya tersebut dan bukan padanya, setelah dirinya merasa cukup menyelesaikan hal ini, ia pun berucap, “Oke, sekarang urusanku denganmu selesai! Aku akan kembali ke sekolah!” ucap Seojin dan berbalik bersama dengan Yeongju berjalan kembali kesekolah dan menghiraukan panggilan dari Youngin padanya. “Kau akan membiarkan dia berteriak seperti itu terus?” Tanya Yeongju, yang mengikuti Seojin tidak menoleh ke belakang. “Biarkan dia, karena dirinya sudah malu dengan apa yang sebenarnya terjadi!” Ucap Seojin dengan santai dan terus berjalan hingga mereka berdua bertemu dengan Eunjoon dan Sam. Eunjoon yang melihat kedatangan Seojin dan Yeongju dalam keadaan baik-baik saja itu pun menghampiri mereka. “Bagaimana? Apakah masalahnya selesai?” Tanya Eunjoon seraya memperhatikan keduanya. “Kalian tidak di pukuli?” Tanyanya seakan mengharapkan kedua temannya itu mendapatkan pukulan. “Kau mengharapkan kami di pukuli?” Tanya Yeongju pada Eunjoon yang akhir nya tersenyum bersalah, dia megatakan kembali setidaknya ada sebuah pukulan yang sempat terjadi pada mereka. Seojin menggelengkan kepalanya dan menjawab ucapan Eunjoon tersebut, “Mereka terlanjur malu sebelum memukulku!” Ujar Seojin yang sekarang berjalan ke arah Sam yang tetap diam di tempatnya untuk melihat kondisi sekitar. “Kamsahamnida, Sam! Jika kau tidak memberitahuku tentang mengapa ia memukulku mungkin aku akan di keluarkan dari sekolah karena menghajar dirinya sekarang juga!” Ucap Seojin pada Sam yang terdiam beberapa saat, dan kemudian tersenyum dengan lebar seraya terkekeh malu. “Aih hyung! Kau tidak perlu mengatakan itu karena aku akan selalu berada di pihak kalian apapun yang terjadi!” Jawabnya. Yang kemudian membuat Eunjoon dan Yeongju tertawa pelan. “Wae? Wae? Wae?” Tanya Sam menatap kedua hyungnya yang lain itu. Yang hanya di balas dengan sebuah gelengan kepala dari Yeongju, sedangkan Eunjoon masih tertawa dan kemudian merangkul bahunya. “Wae geuraeyo?!” Tanya Sam kembali saat pertanyaannya tersebut tidak di jawab oleh keduanya, dan Seojin yang tidak tahu hanya mengangkat kedua bahunya. *Wae geuraeyo/ Wae Adalah kata untuk mengungkapkan kata kenapa? Dan mengapa? Yang biasa di gunakan dalam pembicaraan sehari-hari. Wae adalah kata informal dan waeyo atau wae geuraeyo adalah kata yang di gunakan secara formal. Keempat dari mereka pun kembali ke sekolah mereka untuk melanjutkan kegiatan belajar yang masih berlangsung, karena Seojin mengatakan jika mereka tidak boleh melewatkan pelajaran hari ini. Seojin sendiri memang bosan harus selalu belajar, tetapi ia tidak ingin Sam nantinya akan terbawa dengan sifat buruknya dan menjadi seorang siswa pembolos. Meski mereka baru saja bolos  di satu jam pelajaran karena hal ini.  To be continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD