Keesokan harinya, keempat dari mereka berhasil datang ke sekolah tepat waktu. Jam di mana Seojin biasa datang ke sekolah, meski Sam dan Eunjoon sempat mengeluh lapar sepanjang jalan. Saat ini Seojin, dan Yeongju sudah berada di dalam kelas mereka, sementara Sam dan Eunjoon yang bukan berasal dari kelas ini pun sudah masuk kedalam kelas mereka masing-masing.
“Seojin!” Teriak seorang namja yang datang dari luar kelas, ia masuk dengan membanting pintu kelas. Bel pelajaran memang belum di mulai sehingga mereka memiliki waktu untuk sarapan pagi dan membersihkan kelas di pagi hari.
Yeongju dan Seojin menoleh kearah namja bertubuh tinggi dan berseragam tak rapi tersebut. Siswa-siswa lainnya hanya melihati namja itu dalam diam, dan segera menyingkir dari jalannya saat namja tersebut menghampiri meja Seojin.
“Shibal!” Bugh! Lelaki yang berasal dari kelas lain itu tiba-tiba meninju wajah Seojin seraya mengucapakan kata makian yang kasar.
*Shibal Adalah kata makian populer yang menunjukkan kekesalan yang memiliki artian ‘F**k You’ atau Bangs*t.Siwa-siswa kelas itu terkejut melihat kejadian tersebut, Yeongju yang duduk di samping Seojin pun segera berdiri dan mendorong namja yang meninju Seojin secara tiba-tiba itu.
“Mwoya Ige?!” Teriak Yeongju pada namja itu. Lelaki berambut hitam seperti rumput itu bernapas dengan berat, menahan emosinya yang memuncak pada Seojin yang ada di belakang Yeongju yang kini sedang memegangi pipinya yang sakit. Ada darah yang ia rasakan di sudut bibirnya yang juga terlihat berceceran di lantai.
*Mwoya Ige Adalah kata gabungan dari Mwo (Apa) dan Ige (Ini), yang memiliki arti yang menanyakan ‘Apa-apaan ini?’ jika di satukan, Terkadang bisa juga menjadi sebuah reaksi terhadap sesuatu, tergantung bagaimana situasinya.“Hyung!” Sam yang entah mengapa sepertinya tahu bahwa Seojin akan di serang seseorang, datang dan segera menghampiri Seojin yang tersungkur itu. Sementara namja yang memukulnya tadi, kini berhadapan dengan Yeongju.
“Kau ingin menantangku mulai dari sekarang! Kau menantangku Lee Seojin?! Kkaja!” Teriak namja itu dengan tidak jelas, ia berusaha kembali untuk memukul Seojin. Tetapi Yeongju yang ada di depan sana tidak membiarkannya dan tetap mendorong tubuh itu menjauh dari mereka.
“Ku rasa kau memiliki kesalah pahaman di sini, Youngin hyung!” Ucap Yeongju dengan wajah datarnya, menatap tajam pada namja bernama Youngin itu yang ternyata adalah kakak kelas mereka.
“Aku tidak sedang berbicara denganmu Yeongju-ssi! Ku tunggu kau di area lapangan dua block dari sini, pastikan kau datang seorang diri jika memang kau berani menantangku! Jika tidak, kau hanya pengecut!” Ucap Youngin pada Seojin seraya menunjuknya dengan jari telunjuknya. Lelaki itu kemudian berbalik dan pergi dari ruang kelas tersebut.
Yeongju kembali menghadap ke Seojin yang telah di bantu oleh Sam berdiri dari jatuhnya, “Kau memiliki masalah dengannya?” Tanya Yeongju memastikan bahwa Youngin benar-benar salah paham dengan situasi yang terjadi saat ini. Seojin menggelengkan kepalanya kemudian duduk kembali di kursinya dengan wajah yang mengeras marah.
“Jika hyung memukulnya tadi, hyung akan berada dalam masalah besar kan?” Tanya Sam pada Seojin dan Yeongju. Seojin hanya terdiam menatap ke arah pintu di depan sana yang masih terbuka, kemudian ia melihat ke arah teman sekelasnya yang kembali duduk di kursi mereka seraya berusaha untuk menghindari tatapannya. Mereka memang sengaja untuk tidak terus menatap Seojin yang baru saja bertengkar dengan salah satu preman di tingkat dua. Yang juga secara tidak langsung adalah kakak kelas mereka. Karena jika mereka ketahuan melihati Seojin, pasti mereka akan menjadi sasaran empuk dari kemarahan Seojin.
Yeongju membenarkan pertanyaan Sam tadi, kemudian menatap anak itu dengan penasaran, “Mengapa kau mengetahui jika Seojin akan di serang?” Tanya Yeongju pada Sam yang kini memberikan sapu tangan miliknya pada Seojin untuk menghapus darah yang ada di sudut bibirnya.
“Huh?” Sam menoleh, menatap pada Yeongju. Seojin pun merasa penasaran dengan hal itu, sebuah pertanyaan pun muncul di dalam pikiran Seojin ‘Apakah Sam mengetahui sesuatu yang tidak ia ketahui? Ataukah hyung itu mengancam Sam terlebih dahulu sebelum menyerang Seojin?’ Itulah hal yang ada di pikiran Seojin saat ini.
“A-ah… Sebenarnya tadi itu, aku dan temanku sedang…” Teng! Teng! Teng! Sam terdiam saat bel masuk kelas berbunyi, kemudian ia dengan cepat berdiri dan berlari keluar dari kelas itu menuju kelasnya, seraya mengatakan, “Aku akan jelaskan nanti hyung! Bye!” Pada Yeongju dan Seojin yang terdiam. Mau tidak mau mereka harus menyimpan rasa penasaran mereka hingga kelas selesai nanti.
“Gwaenchana?” Tanya Yeongju pada Seojin yang kembali terdiam. Seojin mengangguk kemudian memasukan sapu tangan milik Sam ke dalam sakunya, dan berpura-pura seolah tidak terjadi hal apapun di depan guru yang baru saja memasuki ruang kelas mereka.
“Kau mendengarnya?” Bisik seorang yeoja pada yeoja lainnya yang duduk di depan Eunjoon yang saat ini fokus mengerjakan soal yang telah di berikan oleh guru mereka. Eunjoon tidak terlalu peduli dengan gosip yang akan mereka bicarakan, tetapi saat ia mendengar nama Seojin yang mereka sebutkan, ia pun menoleh dan mempertajam pendengarannya.
“Benarkah itu? Apa Seojin baik-baik saja?” Tanya yeoja yang mendapatkan informasi kepada yeoja yang memberikan informasi itu.
“Aih dia baik-baik saja, karena Youngin Oppa hanya memukulnya satu kali! Yeongju yang berada di sana tentu saja melindungi Seojin sehingga tidak terjadi hal yang lebih buruk. Bayangkan jika tidak ada Yeongju, mungkin mereka berdua sudah beradu kekuatan di kelas 1-7 itu!” Jelas yeoja yang memberikan informasi itu seraya bertingkah seolah-olah ia gemas dengan apa yang baru saja ia ceritakan.
“Apa penyebabnya?” Tanya Yeoja itu lagi, sang pemberi informasi hanya menggelengkan kepalanya dan mengangkat kedua bahunya, tidak mengetahui alasan di balik kejadian menggemparkan tersebut. Eunjoon tetap terdiam dan mendengarkan semua percakapan mereka dari awal hingga akhir, ia cukup terkejut saat mendengar seorang hyung memukul Seojin secara tiba-tiba. Ia ingin segera menemui Seojin dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, namun saat ini dirinya tidak bisa melakukan itu karena jam pelajaran telah di mulai. Sehingga yang ia bisa saat ini adalah mengirim pesan pada Yeongju dan menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi.
‘Yeongju, ada apa? Aku dengan Youngin hyung datang kekelas mu dan memukul Seojin?’ Itulah isi pesan yang Eunjoon kirimkan pada Yeongju yang pasti mendapatkan balasan dari si penerima. Benar saja, tak butuh waktu lama untuknya menerima jawaban dari pertanyaannya tersebut.
‘Ku rasa ada sebuah kesalah pahaman, karena Seojin pun tidak mengetahui alasannya! Tetapi kita akan bertanya pada Sam yang sepertinya mengetahui sesuatu, karena ia sempat kemari saat kejadian pemukulan itu terjadi.’ Jawaban yang Eunjoon terima itu membuat dirinya semakin tidak sabar untuk menyelesaikan pelajaran hari ini dan menemui teman-temannya untuk membahas permasalah ini.
To be continued