rumah ku masih terbuat dari bilik yg beralaskan tanah , dimana dikala hujan banyak panci dan ember berjejer di sepanjang ruangan untuk menadahkan kebocoran , walaupun keadaan kami seperti itu , ibu tetap selalu mengajarkan bersyukur masih diberikan rejeki kesehatan dan mempunyai tempat tinggal sendiri ,
disuatu waktu kami mendapatkan bantuan darinpemerintah setempat untuk memperbaiki rumah kami , yg tadi nya bilik diganti dengan tembok dan plesteran yg dikerjakan secara swadaya , kami amat sangat senang mendapatkan tempat tinggal kami yg akan di bangun dengan layak , tidak harus menadahkan ember dan panci lagi sewaktu hujan , apalagi daerah kami masih amat rawan banjir ,jikala hujan seharian air buangan dari bogor menggenangi pemukiman kami .
disaat umurku genap 6 tahun dimana anak anak lainnya sudah bersekolah , saya blm mendapatkan kesempatan untuk bersekolah , dikarena kan jangan kan untuk sekolah , untuk makan sehari" saja kami blm tercukupi , aku berfikir membantu meringankan orang tua lu , diumur ku yg amat belia dimana masa masa kecil yg seharusnya masih berbahagia , aku membantu mencari sedikit rejeki untuk jajan ku dan makan sehari hari , kerjaan apapun aku lakukan dari membuang sampah membersihkan rumah tetangga ataupun mengangkat bahan material dari tempat yg satu ketempat yg lainnya ,
tetap tersenyum walaupun bulian dari teman" seumuran ku selalu datang tiap hari bermain , aku selalu diam dan diam ,tidak pernah sedikit pun membalas perlakuan teman" yg sudah mengejek aku , tetap fokus membantu orang tua dengan cara apapun yg penting halal .